KRISIS RUDAL KORUT: Jepang siagakan J-Alert

JAKARTA: Angkatan Bela Diri Jepang hari ini diketahui mengerahkan unit ke Pulau Okinawa untuk menyiagakan sistem peringatan dini J-ALERT dan rudal pencegat PAC-3 untuk meminimalisasi  dampak kemungkinan nyasarnya rudal Korea Utara yang dijadwalkan
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 05 April 2012  |  10:59 WIB

JAKARTA: Angkatan Bela Diri Jepang hari ini diketahui mengerahkan unit ke Pulau Okinawa untuk menyiagakan sistem peringatan dini J-ALERT dan rudal pencegat PAC-3 untuk meminimalisasi  dampak kemungkinan nyasarnya rudal Korea Utara yang dijadwalkan mengudara pekan depan.Pyongyang berencana menembakkan roket untuk menempatkan satelit ke orbit antara 12 dan 16 April dalam rangka menandai peringatan 100 tahun kelahiran pendiri negara itu Presiden Kim Il-Sung.Gelar kekuatan Jepang dilakukan mengikuti perintah Kabinet Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda pada Jumat pekan lalu (30 Maret) yang memberikan lampu hijau untuk menembak jatuh roket Korea Utara jika mengancam wilayah Jepang seperti dikutip dari NHK, Kamis 5 April 2012.Sebuah unit yang terdiri dari 40 pasukan yang dilengkapi dengan sistem rudal pencegat PAC-3 dipindahkan dari Kumamoto, Jepang barat ke pangkalan di Naha City, Nanjo City dan Pulau Miyako Island sejak Rabu (4 April).  Sekitar 400 tentara akan dikerahkan ke pulau-pulau barat daya Ishigaki, Miyako dan Yonaguni. Unit lain tiba di Pulau Ishigaki, hari ini (5 April) untuk menyelesaikan gelar kekuatan. Jepang juga akan mengirimkan 3 kapal perusak yang dilengkapi rudal Aegis di Laut China Timur dan Laut Jepang.Satu kapal yang berbasis di Yokosuka, dekat Tokyo telah mencapai Sasebo, Prefektur Nagasaki pada Selasa (3 April) dan bergabung dengan yang lain berbasis di sana. Kapal perusak ketiga akan dikirim dari pusat Jepang pekan ini.Hari ini Jepang di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Alam dan Kebakaran (JFDMA) berencana untuk menguji-operasikan sistem peringatan nasional J-ALERT di 26 kota di Prefektur Okinawa menjelang peluncuran roket yang direncanakan Korea Utara.Badan itu mengatakan selama dua kali latihan,  akan dikirimkan data kosong (dummy) dan informasi audio ke kota di Okinawa dan di tempat lain, sehingga mereka dapat memeriksa apakah mereka telah menerima informasi dengan benar.Sistem J-ALERT, telah dipasang  di lebih dari 98% dari kota-kota besar Jepang dan mulai operasi pada 2007. Sistem ini dirancang untuk secara otomatis memancarkan siaran peringatan dini melaui sistem radio publik di seluruh negeri untuk memperingatkan bencana alam atau keadaan darurat lainnya. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top