EDB SINGAPURA cemaskan masalah tenaga kerja di Batam

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 April 2012  |  19:18 WIB

 

BATAM: Economic Development Board (EDB) Singapura mengkhawatirkan masalah ketenagakerjaan yang terjadi di kawasan perdagangan bebas Batam akan mengganggu iklim investasi di kawasan ini termasuk mempersulit kegiatan promosi tentang Batam kepada investor yang mereka lakukan. 
 
Jon Arizal, Sekretaris Dewan Kawasan FTZ Batam-Bintan-Karimun, mengungkapkan EDB menggelar pertemuan tertutup dengan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam untuk membahas permasalahan yang belakangan terjadi di Batam, sekaligus sebagai respons setelah pertemuan SBY-Perdana Menteri Singapura beberapa waktu lalu.
 
EDB, kata dia, meminta Pemerintah Daerah di Kota Batam untuk bisa mengatasi masalah ketenagakerjaan demi mempermudah pihaknya mempromosikan FTZ Batam.
 
"EDB meminta masalah-masalah ketenagakerjaan di Batam, Bintan dan Karimun bisa diatasi dengan baik. Direktur Eksekutif EDB Singapura ingin mencari masukan perkembangan investasi di sini terutama masalah ketenagakerjaan karena mereka concern dalam perjanjian Indonesia-Singapura," ujarnya usai pertemuan tertutup dengan EDB-Pemkot Batam dan BP Batam hari ini.
 
Menurutnya, pihak EDB ingin membantu mempromosikan BBK sehingga bisa menarik investasi asing untuk BBK namun belakangan di kawasan Batam kerap terjadi permasalahan tenaga kerja yang membuat citra Batam memburuk.
 
Dalam pertemuan tertutup itu, sambung dia, pihak EDB juga meminta agar unjuk rasa pekerja yang sempat terjadi di Kawasan Industri Batamindo tidak terulang lagi. Termasuk kejadian yang dipersoalkan EDB tentang kejadian unjuk rasa pekerja PT Sanmina beberapa waktu lalu.
 
"Pihak Singapura meminta agar kejadian itu bisa dijadikan pelajaran agar tidak terulang. Kami diminta ketenagakerjaa bisa diselesaikan. DK juga  mengharapkan masalah itu bisa diselesaikan ditingkat Pemerintah Daerah, kalau demo tidak perlu Menko," katanya.
 
Selain itu di luar masalah ketenagakerjaan, ia mengungkapkan dalam pertemuan itu EDB juga sempat menyampaikan informasi tentang pertemuan kedua Kepala Negara di Bogor beberapa waktu lalu termasuk isu infrastuktur konektifitas BBK-Singapura terkait penurunan harga kargo dan penambahan frekuensi kapal kargo.
 
Kepala Badan Pengusahaan Batam Mustofa Widjaya mengatakan EDB meminta agar masalah ketenagakerjaan tidak mengganggu investasi. "Singapura sangat 'concern' dengan Batam, karena tetangga," kata dia. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Chandra Gunawan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top