DANA INFRASTRUKTUR ASEAN siap bergulir

PHNOM PENH: Dana Infrastruktur ASEAN (ASEAN Infrastructure Fund) tahap awal senilai sekitar US$485 juta akan digulirkan setelah mekanismenya selesai dibahas pada tahun ini."Tahun ini mudah-mudahan difinalisasi mekanismenya," kata Menteri Perdagangan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 02 April 2012  |  23:00 WIB

PHNOM PENH: Dana Infrastruktur ASEAN (ASEAN Infrastructure Fund) tahap awal senilai sekitar US$485 juta akan digulirkan setelah mekanismenya selesai dibahas pada tahun ini."Tahun ini mudah-mudahan difinalisasi mekanismenya," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan setelah mengikuti pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council/AEC), yang merupakan rangkaian acara KTT ASEAN ke-20 di Phnom Penh, Kamboja, Senin.Dana infrastruktur tersebut berasal dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank) senilai 150 juta dolar AS, dan sisanya sekitar 335 juta dolar AS dikumpulkan dari negara ASEAN.Dana infrastruktur ini, menjadi salah satu pokok bahasan dalam pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dalam kesempatan tersebut, Mendag meminta agar syarat penggunaan dana infrastruktur ini dibuat proporsional, dengan juga mempertimbangkan kebutuhan."Jangan sampai (mekanisme) hanya berdasarkan "bankability", tetapi mekanisme yang dipakai harus ada pembobotan untuk kebutuhan," katanya.Ia menegaskan, mengingat perbedaan kondisi domestik setiap negara kawasan, maka anggota ASEAN yang sangat membutuhkan dana tersebut harus diprioritaskan."Jangan sampai nanti kalau ada negara mana pun ada kesulitan untuk mengambil sikap fiskal, ini (AIF) dipakai sebagai "sweetener" untuk mengatasi keterbatasan penyikapan fiskal," katanya.AIF, menurut Gita sangat diperlukan untuk mengakselerasi konektivitas regional di ASEAN dan mendukung Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)."Kita juga melakukan prioritas beberapa proyek. Mudah-mudahan ini bisa disikapi untuk mendapatkan fasilitas dari AIF," katanya. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : A. Dadan Muhada

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top