MATA UANG ASEAN: Jauh panggang dari api

PHNOM PENH: Negara-negara di Asia Tenggara sepakat untuk tidak menyatukan mata uang tunggal Asean, meskipun berencana mewujudkan Masyarakat Asean 2015.
News Editor | 02 April 2012 23:02 WIB

PHNOM PENH: Negara-negara di Asia Tenggara sepakat untuk tidak menyatukan mata uang tunggal Asean, meskipun berencana mewujudkan Masyarakat Asean 2015.

 

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan penyatuan mata uang tunggal Asean seperti yang dilakukan Uni Eropa tidak masuk dalam pembahasan pada pertemuan Dewan Ekonomi Asean (Asean Economic Community/AEC) ke-7.

 

“Belum ada semangat untuk menyatukan mata uang tunggal di Asean,” ujarnya seusai pertemuan AEC ke-7, yang merupakan rangkaian dari KTT Asean ke-20 yang di gelar di Phnom Penh, Kamboja, Senin malam.

 

Gita mengatakan semangat penyatuan Asean sangat berbeda dengan apa yang di lakukan Uni Eropa. Integritas Asean lebih fokus pada penyatuan infrastruktur dan perdagangan serta investasi.

 

Menurut Gita, penyatuan mata uang di Eropa justru menjadi salah satu permasalahan keuangan di Eropa, dan hal ini merupakan pengalaman berharga yang patut diperhatikan.

 

“Bahkan kita harus bisa belajar dari teman-teman di Eropa dan ini harus jadi acuan kepentingan Asean supaya menjadi lebih baik,” ujarnya.

 

Mata uang tunggal Asean sempat menjadi wacana dan merupakan bagian dari penyatuan kawasan Asia Tenggara. Namun, sebagian pengamat menilai penyatuan mata uang di Asean akan lebih sulit, karena perbedaan kondisi ekonomi yang terlalu mencolok. (arh)

 

Sumber : A. Dadan Muhada

Tag :
Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top