Tim KNKT tinjau lokasi jatuh pesawat nahas

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 September 2011  |  19:42 WIB

 

JAKARTA: Tim dari Kementerian Perhubungan dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sore ini berangkat menuju lokasi jatuhnya pesawat jenis Casa 212-200 milik PT Nusantara Buana Air rute Medan Kutacane di kawasan perbukitan Bahorok Sumatera Utara.
 
Tim tersebut rencananya akan berupaya mengidentifikasi penyebab insiden kecelakaan pesawat yang mengangkut 14 penumpang dan diawaki dua pilot dan dua teknisi. 
 
Herry Bakti Singayuda Gumay, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, mengatakan pesawat Casa 212-200 tersebut dijadwalkan berangkat dari bandara Polonia Medan pada pukul 07.28 WIB dan tiba di Kutacane pada 08.05 WIB.
 
“Kami terus berkoordinasi dengan tim SAR di sana,”ujarnya pada jumpa pers hari ini.
 
Herry menambahkan  pihaknya sejauh ini menduga penyebab kecelakaan adalah buruknya cuaca dan angin kencang. Dia menilai Famal Ishak, pilot pesawat tersebut, tergolong pilot senior yang telah mengantongi jam terbang tinggi. Selain itu, imbuh Dia, kondisi pesawat dilaporkan dalam kondisi prima.
 
Menurut Herry, pesawat Casa 212-200 tersebut mempunyai jam terbang hingga 11.329,30 flight hours dan 13.626 flight cycles. Meski begitu, Dia menambahkan sertifikasi terbang pesawat tersebut akan berakhir bulan depan.
 
“Nanti kita cari tau apakah ada hubungan dengan cuaca. semoga bukan persoalan teknis,”ujarnya.
 
Herry berharap operator penerbangan harus disiplin mengimplementasikan aturan dan pelatihan yang ada. Dia mengaskan Kemenhub akan merancang  training manual khusus daerah pegunungan dan medan-medan yang sulit. 
 
14 penumpang yang terdiri dari 10 orang dewasa, 2 anak-anak, dan 2 bayi hingga kini masih dinyatakan hilang. Tim SAR yang diterjunkan belum mampu mencapai lokasi yang berkabut dan angin kencang. Ditambah lagi, lokasi jatuhnya pesawat di dalam hutan yang tidak memungkinkan helikopter mendarat. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Surya Mahendra Saputra

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top