Mega Auto targetkan pembiayaan Rp4,5 triliun

JAKARTA: PT Mega Auto Finance dan PT Mega Central Finance, dua perusahaan pembiayaan milik Para Group, menargetkan pembiayaan Rp4,5 triliun pada akhir tahun ini, tumbuh 50% dari realisasi pembiayaan pada 2010 yang mencapai Rp3 triliun.Wiwie Kurnia, Direktur
Aurelia Nelly
Aurelia Nelly - Bisnis.com 12 September 2011  |  20:42 WIB

JAKARTA: PT Mega Auto Finance dan PT Mega Central Finance, dua perusahaan pembiayaan milik Para Group, menargetkan pembiayaan Rp4,5 triliun pada akhir tahun ini, tumbuh 50% dari realisasi pembiayaan pada 2010 yang mencapai Rp3 triliun.Wiwie Kurnia, Direktur Utama Mega Central Finance yang juga Komisaris Mega Auto Finance, mengatakan peningkatan kenaikan daya beli masyarakat dan penambahan cabang serta titik penjualan menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan bermotor tahun ini.Kedua perusahaan kerap digabungkan menjadi Mega Auto Central Finance dengan satu laporan penyaluran dan target pembiayaan.Wiwie menyebutkan realisasi pembiayaan yang dilakukan Mega Auto Central Finance sampai dengan Agustus 2011 mencapai Rp3 triliun, yang seluruhnya disalurkan untuk penjualan kendaraan roda dua (motor). Sebanyak 5%-10% di antaranya merupakan pembiayaan syariah."Selain banyak produksi [motor] baru, tahun ini kami banyak menambah cabang baru sehingga meningkatkan booking pembiayaan," ujarnya tadi petang.Menurut dia, perusahaan membuka sekitar 50 unit cabang dan titik pelayanan baru pada tahun ini sehingga total cabang dan titik pelayanan sampai dengan akhir tahun mencapai 250 unit.Dia menuturkan sebagian besar atau 75% cabang dan titik pelayanan tersebut berada di luar Jawa, terutama di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sementara itu sebagian kecil berada di Pulau Jawa.Sampai dengan saat ini, Mega Auto Central Finance masih fokus membiayai segmen kendaraan roda dua, terutama motor baru. Perusahaan bekerja sama dengan diler Yamaha, Honda, dan Suzuki.Ke depan, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan perusahaan akan melebarkan bisnis ke segmen pembiayaan kendaraan roda empat (mobil)."Kami menerapkan uang muka (down payment/DP) minimal 10%. Rasio kredit bermasalah [non performing loan/NPL] di kisaran 1,3%, yaitu untuk kredit macet di atas 90 hari," katanya.(19/tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top