The Fed perpanjang perjanjian swap dolar AS

JAKARTA: Bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) memperpanjang perjanjian swap dolar AS dengan lima bank sentral di dunia hingga 1 Agustus 2011, mengindikasikan antisipasi terhadap pemburukan krisis global.
Yanto Rachmat Iskandar | 22 Desember 2010 06:09 WIB

JAKARTA: Bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) memperpanjang perjanjian swap dolar AS dengan lima bank sentral di dunia hingga 1 Agustus 2011, mengindikasikan antisipasi terhadap pemburukan krisis global.

Perjanjian swap tadinya berlaku hingga Januari 2011. Perjanjian swap dengan Bank of Canada, Bank of England, European Central Bank, Bank of Japan, dan Swiss National Bank diperpanjang hingga 1 Agustus 2011, tulis Federal Open Market Committee, komite pasar The Fed, di situs resminya, hari ini.

Fasilitas swap (pertukaran) dolar AS dibentuk oleh The Fed pada Mei 2010 dengan tujuan awal mencegah penyebaran krisis surat utang pemerintah Eropa ke pasar negeri Paman Sam. Melalui mekanisme ini, The Fed dapat menyediakan dolar AS kepada bank sentral lain ketika diperlukan.

Dalam perjanjian swap, bank sentral satu sama lain bisa menukarkan mata uangnya ke dolar AS dan mengembalikannya pada waktu yang akan datang. Bank sentral kemudian dapat meminjamkan dolar AS dengan bunga tetap kepada perusahaan-perusahaan di negara masing-masing.

Suku bunga Libor (London interbank offered rate) berdurasi 3 bulan berada di level 0,303% hari ini, meningkat dari 0,284% pada 23 November. Libor, suku bunga yang dipatok untuk pinjaman kepada bank lain, pernah mencapai 0,539% pada Juni.

Pada 1 Februari, Federal Reserve sempat menutup perjanjian swap dolar AS yang pernah diaktifkan pada krisis subprime mortgage. Untuk perjanjian yang masih aktif saat ini, jumlah dolar AS yang dipertukarkan merosot hingga US$60 juta pada pekan lalu dari US$9,2 miliar pada Mei.

Ward McCarthy, chief financial economist Jefferies & Co di New York, kepada Bloomberg mengatakan perpanjangan perjanjian swap mencerminkan keinginan Federal Reserve untuk membuka semua opsi dalam mengatasi risiko sistemik.

Periode terburuk dari krisis dinilai telah usai, namun dunia belum keluar dari persoalan institusi keuangan. Tekanan global telah memburuk sepekan terakhir akibat krisis Irlandia. [Perpanjangan swap] tidak mengatasi masalah, tapi bisa membantu mengurangi berbagai gejala [krisis], tambah Michael Schubert, ekonom Commerzbank AG di Frankfurt.

Dalam keterangan terpisah, ECB (bank sentral Eropa) menyatakan operasional pertukaran dolar AS akan tetap memiliki jatuh tempo selama 7 hari. Fasilitas ini akan diimplementasikan dengan suku bunga tetap dan penjatahan penuh (full allotment).

Swap dolar AS berikutnya akan dilakukan pada 22 Desember. Akan tetapi, untuk pengecualian, pengoperasiannya akan digelar sebagai operasi 14 hari untuk menutup akhir tahun [2010], tulis bank sentral yang dikepalai Jean-Claude Trichet itu. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top