Pemerintah perlu kendalikan harga semen

JAKARTA: Kalangan pelaku jasa konstruksi nasional menilai pemerintah ke depan perlu mengendalikan harga semen sebagai komoditas penting dalam penyelenggaraan konstruksi, menyusul adanya indikasi monopoli suplai oleh swasta asing.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 15 Desember 2010  |  10:56 WIB

JAKARTA: Kalangan pelaku jasa konstruksi nasional menilai pemerintah ke depan perlu mengendalikan harga semen sebagai komoditas penting dalam penyelenggaraan konstruksi, menyusul adanya indikasi monopoli suplai oleh swasta asing.

Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Sudarto mengatakan saat ini sebagian besar pangsa pasar kebutuhan semen di Indonesia disuplai oleh asing, jika kondisi ini tidak diantisipasi bisa jadi pasokan komoditas penting untuk pembangunan konstruksi ini akan dikuasai oleh mereka.Menurut dia, kalau pasokan semen dimonopoli oleh asing, dikhawatirkan adanya penguasaan harga semen yang bisa mengancam keberlangsungan industri semen dalam negeri dan berimbas pada sektor konstruksi nasional."Yang harus diantisipasi oleh pemerintah adalah pengawasan harga semen, karena kalau pasokan semen dikuasai asing, bisa jadi perusahaan semen asing ini yang mengendalikan harga," katanya kepada Bisnis, hari ini.Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Irwan Kartiwan mengatakan pemerintah perlu mengubah cetak biru struktur konstruksi di Indonesia dari pola konservatif yang sangat bergantung pada semen menjadi lebih modern dengan memanfaatkan bahan adiktif yang lebih ramah lingkungan.Dia menambahkan penggunaan semen di banyak negara maju sudah mulai dibatasi dan diganti dengan bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan. Kondisi tersebut diperkuat dengan pembatasan pembangunan pabrik semen di sejumlah negara.Menurut dia, berkembangnya perusahaan semen asing di Indonesia dipicu oleh tingginya kebutuhan komoditas konstruksi tersebut, ditambah dengan regulasi yang masih belum membatasi perkembangan industri semen di wilayah ini."Indonesia masih sangat tergantung dengan semen, ke depan diharapkan dapat mengurangi penggunaannya dan mengganti dengan bahan adiktif yang lebih ramah lingkungan seperti aspal buton," ujarnya.Pihaknya mengkhawatirkan jika perkembangan industri semen asing di Indonesia tidak dibatasi, maka yang ditakutkan adalah mereka melakukan ekspor semen besar-besaran yang mengancam kerusakan lingkungan. (zuf)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top