Aset DPLK Tugu Mandiri diprediksi tembus Rp600 miliar

JAKARTA: Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Tugu Mandiri memperkirakan nilai aset kelolaan pada akhir tahun ini menembus Rp600 miliar setelah pada kuartal III/2010 aset lembaga jaminan hari tua ini mencapai Rp541 miliar.
News Editor | 14 Desember 2010 09:13 WIB

JAKARTA: Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Tugu Mandiri memperkirakan nilai aset kelolaan pada akhir tahun ini menembus Rp600 miliar setelah pada kuartal III/2010 aset lembaga jaminan hari tua ini mencapai Rp541 miliar.

Pencapaian asset under management (AUM) pada triwulan ketiga tersebut meningkat 11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp487 miliar seiring dengan tambahan iuran dan hasil investasi sepanjang tahun ini.

Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri Maryoso Sumaryono mengungkapkan pihaknya meyakini tahun ini aset akan menembus Rp600 miliar seperti proyeksi pada awal tahun. Hal itu mengingat pertumbuhan ekonomi saat ini memompa iklim investasi kian kondusif.

Aset kami meningkat seiring dengan penetrasi yang kami lakukan ditambah dengan hasil investasi yang kami dapat. Akhir tahun ini kemungkinan akan mencapai Rp600 miliar karena kuartal ketiga naik 11% dari kuartal ketiga tahun lalu, katanya usai acara DPLK Tugu Mandiri Talk Show di Jakarta, hari ini.

Saat ini, pemegang saham DPLK Tugu Mandiri adalah Dana Pensiun Pertamina sebesar 51,99%, PT Timah (Persero) Tbk sebesar 29,59%, PT Tugu Pratama Interindo sebesar 17,19%, dan Kementerian Keuangan sebanyak 1,23%.

Pada awal tahun, dana pensiun yang berinduk pada Asuransi Jiwa Tugu Mandiri ini sempat mematok target pertumbuhan aset kelolaan hingga 20% atau kisaran Rp600 miliar dibandingkan dengan pencapaian aset pada tahun lalu sebesar Rp503 miliar. Nilai aset tahun lalu tersebut melebihi target awal yang dicanangkan sebesar Rp460 miliar.

Dalam kesempatan tersebut Direktur Keuangan, Investasi, dan Administrasi Asuransi Jiwa Tugu Mandiri Boedi Djatmiko Adji mengatakan imbal hasil (return) investasi tahun ini mencapai 13%-15%.

Adapun dari sisi investasi saat ini sebagian besar atau 5%% pada portofolio pasar uang atau money market di mana terdiri dari deposito dan obligasi jangka waktu satu tahun, sementara 30% pada instrumen pendapatan tetap seperti obligasi korporasi, dan sisanya pada saham.

Karakter peserta memang masih lebih dominan menginginkan investasi deposito yang dipandang lebih aman meski dari sisi return lebih tinggi obligasi. Tapi kami sudah mensosialisasikan dan ada peralihan, kata Boedi.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top