Mantan PM Kroasia Sanader ditangkap di Austria

WINA: Mantan Perdana Menteri Kroasia Ivo Sanader, yang dicari sehubungan dengan penyelidikan anti-korupsi, ditangkap di satu jalan raya di Austria, pada Jumat waktu setempat, kata pejabat anti-kejahatan federal di Wina.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Desember 2010  |  07:00 WIB

WINA: Mantan Perdana Menteri Kroasia Ivo Sanader, yang dicari sehubungan dengan penyelidikan anti-korupsi, ditangkap di satu jalan raya di Austria, pada Jumat waktu setempat, kata pejabat anti-kejahatan federal di Wina.

Sanader meninggalkan Kroasia pada Kamis, tak lama setelah parlemen mencabut kekebalan atas dirinya dari hukuman. Jaksa penuntut umum mencurigai dia berada di belakang rencana untuk menciptakan dana buat partai konservatifnya, HDZ, selama masa jabatannya 2004-2009.Banyak pengulas percaya tindakan Sanader dapat membantu upaya Zagre untuk menjadi anggota Uni Eropa sementara Kroasia berusaha meyakinkan Brussels mengenai tekadnya untuk memberantas korupsi.Pejabat tingkat tertinggi Kroasia itu, yang akan diperiksa sehubungan dengan kasus korupsi, membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya bermotif politik.Dia dihentikan di dekat desa St Michael di Alpen, sekitar 300 kilometer di sebelah barat Wina.Sanader dibawa ke dalam tahanan di Provinsi Salzburg, Austria barat, kata jurubicara Kantor Pidana Federa (BKA) Alexander Marakovitz. "Dia akan dibawa ke pengadilan provinsi Salzburg lalu pihak berwenang harus memutuskan apa yang akan dilakukan terhadap dia dalam beberapa hari atau pekan ke depan," katanya.Juru bicara kepolisian Kroasia Krunoslav Borovec mengatakan, "Kami sekarang menduga akan menerima dokumen yang relevan agar dapat memulai prosedur ekstradisi."Pejabat BKA Regina Wiseltaler-Buchmann mengatakan kepada stasiun televisi Austria pemerintah Kroasia sekarang memiliki waktu 30 hari untuk menyediakan dokumen yang dapat digunakan oleh Kementerian Kehakiman Austria untuk memutuskan apakah akan mengekstradisi Sanader."Dia tak melawan. Dia berada di dalam mobil bersama saudaranya. Kami menduga dia mengetahui bahwa dirinya adalah sasaran surat penangakapan," katanya.Sanader kemudian dapat menerima diekstradisi atau menghadapi proses itu, yang akan memperpanjang prosesnya, kata wanita juru bicara tersebut. Ekstradisi itu dapat berlangsung selama berbulan-bulan jika Sanader adalah korban penghukuman politis, demikian laporan media Kroasia.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top