Wisatawan kembali mengalir ke Borobudur

JAKARTA: Wisatawan kembali mengalir mengunjungi Candi Borobudur, Jateng, setelah sempat ditutup untuk umum akibat tertutup oleh debu letusan Gunung Merapi.
Yusuf Waluyo Jati | 07 Desember 2010 12:51 WIB

JAKARTA: Wisatawan kembali mengalir mengunjungi Candi Borobudur, Jateng, setelah sempat ditutup untuk umum akibat tertutup oleh debu letusan Gunung Merapi.

"Kecewa juga sih tidak bisa naik melihat stupa dari dekat tapi kami paham karena masih perlu dibersihkan dari debu vulkanik," kata Francois, wisatawan dari Prancis yang ditemui di candi itu hari ini.Dia dan rombongannya hanya bisa berpose di lantai pertama candi dan melihat sedikitnya 60 relawan dan petugas konservasi membersihkan debu yang menyumbat bagian dalam stupa.Kepala Seksi Pelayanan Teknis Balai Konservasi Borobudur Iskandar M Siregar mengatakan saat ini pihaknya dan para relawan tengah melakukan pembersihan debu-debu sisa erupsi yang masih melekat di setiap sisi bangunan candi sehingga wisatawan belum diperbolehkan naik mencapai undakan.Taman Wisata Candi Borobudur baru akan dibuka lagi pada pertengahan Desember 2010. Saat ini mereka yang datang adalah wisatawan Eropa yang melakukan overland tour Sumatra-Jawa-Bali ataupun yang datang dari Bali.Iskandar mengatakan proses membersihkan sisa-sisa debu vulkanik Merapi baru rampung sekitar 20-25%, karena itu pengunjung hanya diperbolehkan sampai pelataran saja.Menurutnya, hingga kini pasir debu yang telah dikumpulkan totalnya hampir 57 meter kubik atau sekitar 14 hingga 15 truk yang nantinya akan dibuatkan monumen khusus untuk mengenang fenomena alam tersebut."Tenaga inti proses pembersihan ini ada sekitar 60 orang dan 7-8 orang adalah tenaga ahli yang bertanggung jawab atas proses recovery ini, karena tentunya memerlukan ahli-ahli yang paham tentang perawatan arkeologi," tambah Iskandar.Dia mengatakan mayoritas tenaga pembersihan tersebut merupakan tenaga bayaran dari masyarakat sekitar yang perduli dengan objek wisata candi Borobudur ditambah 12 relawan mahasiswa dari Universitas Indonesia."Tahap pembersihan pertama memang secara manual menggunakan sikat serta sodet, sedangkan untuk bagian-bagian tertentu dibersihkan dengan air dan vacum cleaner," terang Iskandar.Menurutnya, pembersihan untuk bagian relief dan stupa tidak diberikan kepada relawan dan tenaga pembersih bayaran, karena umurnya hampir 13 abad lamanya, sehingga proses pembersihannya diserahkan kepada para ahli dari balai konservasi.Krisna, mahasiswa semester 7 UI yang menjadi kepala rombongan mengatakan sejak Jumat pekan lalu bekerja dari jam 8-15.00 "Pasca erupsi Merapi Arkeologi UI sudah mengirimkan tiga rombongan yang datang bergantian. Jadi setelah kami pulang akan datang rombongan lainnya untuk bantu," kata Krisna.Sejauh ini, tambah Iskandar, mahasiswa dari luar daerah yang datang membantu termasuk kalangan industri wisata, masyarakat Budha dan komunitas pedagang di Taman Wisata Candi Borobudur. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top