Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Periksa Sandra Dewi, Penyidik Telusuri Asal-usul Jet Pribadi Harvey Moeis

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyampaikan Jet Pribadi milik tersangka Harvey Moeis terindikasi diperoleh dari dugaan korupsi.
Artis Sandra Dewi berjalan ke ruangan pemeriksaan setibanya di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Kamis (4/4/2024).  ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Artis Sandra Dewi berjalan ke ruangan pemeriksaan setibanya di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Kamis (4/4/2024). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyampaikan Jet Pribadi milik tersangka Harvey Moeis terindikasi diperoleh dari dugaan korupsi tata niaga timah di wilayah IUP PT Timah Tbk. (TINS) periode 2015-2022.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Kuntadi menyampaikan untuk membuat terang hal tersebut, maka pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap istri Harvey, Sandra Dewi.

"Khusus terhadap saksi SD, Tim Penyidik melakukan pendalaman terkait aset yang terindikasi sebagai hasil tindak pidana dari tersangka HM seperti pesawat jet," ujar Kuntadi kepada wartawan, dikutip Kamis (16/5/2024).

Dia menambahkan, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui soal tipe pesawat jet, kepemilikan, tahun perolehan, tempat penyimpanan atau keberadaan pesawat, nama hingga nomor teregistrasi.

Berdasarkan catatan Bisnis, Harvey Moeis sempat membelikan jet pribadi untuk anak pertamanya Raphael Moeis sebagai kado ulang tahunnya pada tahun 2019 silam.

Pesawat jet itu dikabarkan bertipe Bombardier Challenger 605. Pesawat ini merupakan yang menawarkan pengalaman penerbangan yang untuk pengalaman bisnis, relaksasi, dan hiburan dibandingkan jet bisnis besar lainnya.

Armada pesawat Challenger yang efisien dan andal memiliki lebih dari 4,5 juta jam terbang, menjadikan pesawat ini memiliki performa yang sangat disegani, serba bisa, dan pilihan mudah bagi para pebisnis.

Bombardier tipe ini mampu menampung 10-12 penumpang. Harga Bombardier Challenger 605 baru bisa mencapai US$27 juta atau setara Rp428,5 miliar dengan kurs Rp15.872 per dolar AS, sementara pesawat lama dijual dengan harga sekitar $15 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper