Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kasus Korupsi IUP PT Timah, Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Baru

Kejagung telah memperoleh cukup bukti untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk.
General Manager PT TIN berinisial RL tersangka kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022 di Kejagung, Senin (19/2/2024)./Bisnis-Anshary Madya Sukma
General Manager PT TIN berinisial RL tersangka kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022 di Kejagung, Senin (19/2/2024)./Bisnis-Anshary Madya Sukma

Bisnis.com, JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) RI telah menetapkan satu tersangka dalam kasus tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk. (TINS) tahun 2015-2022.

Dirdik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung RI, Kuntadi mengatakan pihaknya telah memperoleh cukup bukti untuk menetapkan tersangka tersebut.

"Saksi yang kami tetapkan adalah saudara RL dalam kapasitas selaku General Manager PT TIN [PT Trinindo Inter Nusa]. Setelah yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan secara intensi dan berdasarkan alat bukti yang sudah cukup sehingga kemudian kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kuntadi di Kejagung, Senin (19/2/2024).

Lebih lanjut, Kuntadi menyampaikan bahwa RL ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat persengkongkolan dengan tersangka sebelumnya.

Tersangka yang dimaksud adalah Riza Pahlevi yang merupakan eks Direktur TINS dan Emil Emindra selaku Direktur Keuangan TINS untuk mengakomodir pertambangan timah ilegal.

"Di mana dalam rangka untuk mengakomodir perjanjiannya tersebut saudara RL melakukan kegiatan pengumpulan bijih timah yang dikover dengan pembentukan perusahaan boneka yang dipergunakan oleh saudara RL untuk mengakomodir pengumpulan bijih timah," imbuhnya.

Atas perbuatannya, RL dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 juncto pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 121 KUHP.

Kemudian, Kuntadi juga menyebutkan tersangka RL bakal dijebloskan di rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur untuk keperluan penyidikan.

"Dan untuk kepentingan pemeriksaan penyidikan, percepatan penanganan perkara yang bersangkutan selanjutkan kami lakukan tindakan penahanan untuk 20 hari kedepan di rutan pondok bambu," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper