Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Cak Imin Beberkan Kebobrokan Food Estate: Mending Uangnya untuk Beli Pupuk

Cak Imin menegaskan bahwa program Food Estate harus segera dievaluasi dan bahkan dihentikan sehingga anggaran jumbonya bisa digunakan untuk membeli pupuk
Cak Imin Beberkan Kebobrokan Food Estate: Mending Uangnya untuk Beli Pupuk. Muhaimin atau Cak Imin dalam Debat Cawapres
Cak Imin Beberkan Kebobrokan Food Estate: Mending Uangnya untuk Beli Pupuk. Muhaimin atau Cak Imin dalam Debat Cawapres

Bisnis.com, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menegaskan bahwa program lumbung pangan (Food Estate) harus segera dievaluasi dan bahkan dihentikan.

"Ini keputusan yang super super harus segera dievaluasi, dihentikan. Puluhan triliun uang [anggaran] digunakan untuk menebang hutan, untuk menanam [bahan pangan] tapi tidak ada hasilnya, petani yang butuh pupuk duitnya tidak ada," ujarnya dalam sebuah dialog dengan petani di Wonosobo, dilansir dari Youtube KompasTV, Sabtu (27/1/2024).

Dia berjanji, jika Anies - Cak imin menjadi presiden maka program food estate akan disetop dan anggaran puluhan triliun rupiah akan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani.

Lebih lanjut, kelangkaan pupuk menjadi masalah yang paling banyak disebut oleh petani dan diamini oleh para capres dan cawapres di setiap kampanye. Pemerintah melalui Kementan pun tidak bisa menyangkal hal tersebut.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil Kementerian Pertanian (Kementan) mebeberkan alasan jatah pupuk subsidi petani susut atau mengalami penurunan.

Dia menjelaskan, harga produksi menjadi alasan jatah pupuk subsidi petani berkurang. Alokasi anggaran subsidi pupuk pada awal 2024 sebesar Rp26,6 triliun ternyata hanya mampu menghasilkan 4,7 juta ton pupuk subsidi jenis urea dan NPK.

"Dengan terjadinya kenaikan harga produksi bahan dasar pupuk, kami tidak dapat menaikkan HET. Oleh karena itu, volume produksi disesuaikan untuk menjaga keseimbangan," ujar Ali Jamil dalam siaran pers, Rabu (24/1/2024).

Sebaliknya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menepis tudingan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Muhaimin Iskandar dan cawapres nomor 03 Mahfud MD soal kegagalan Food Estate.

Mentan Amran mengatakan, Food Estate bukan proyek instan yang dapat diketahui hasilnya secara cepat. Dia pun membeberkan sejumlah proyek Food Estate yang dianggap berhasil.

Amran menyebutkan Food Estate di Kalimantan Tengah berhasil melakukan intensifikasi lahan hingga menghasilkan produktivitas padi sebanyak 5 ton per hektare. Begitupun dengan Food Estate Sumba Tengah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten Keerom di Papua mampu menghasilkan panen jagung seluas 500 hektare.

Selain itu dia juga menyebut Food Estate di Humbang Hasundutan berhasil menggarap lahan pertanian seluas 418,29 hektare dan Food Estate Wonosobo berhasil menggarap lahan pertanian untuk komoditas hortikultura seluas 907 hektare.

"Food Estate tersebut sudah berhasil panen. Food Estate Gunung Mas juga sudah panen jagung seluas 10 hektar dan singkong seluas 3 hektar. Kita pantau terus lahan tersebut,” ungkap Amran dalam keterangan resmi, Senin (22/1/2024).

Amran bahkan mengklaim, sejumlah proyek Food Estate yang tengah dikerjakan di beberapa daerah juga berjalan dengan baik sesuai target.

“Food Estate ini bukan proyek instan, butuh proses. Kenyataannya kita memiliki 10 juta hektar yang sebelumnya tidak dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Kami sekarang menggarap itu, butuh proses, butuh teknologi agar menjadi lahan produktif,” tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper