Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Ginjal, 300 Orang Jadi Korban

Polisi membongkar jaringan perdagangan organ tubuh manusia di timur laut Pakistan.
Ginjal/medicinet.com
Ginjal/medicinet.com

Bisnis.com, JAKARTA – Polisi membongkar jaringan perdagangan organ tubuh manusia di timur laut Pakistan.

Melansir BBC pada Selasa (3/10/2023), Fawad Mukhtar menjadi tersangka. Dia adalah pemimpin jaringan penjualan organ, dan dituduh mengambil ginjal lebih dari 300 orang, kemudian mentransplantasikannya kepada klien-kliennya.

Sebelumnya dia telah ditangkap sebanyak lima kali karena malapraktik, namun berhasil mendapatkan jaminan setiap kali ditangkap.

"Setidaknya tiga orang meninggal karena organ mereka diambil dengan cara ini,” kata pihak berwenang.

Geng tersebut diyakini beroperasi di Provinsi Punjab Timur, serta di Kashmir yang dikelola Pakistan.

Transplantasi dilakukan di rumah-rumah pribadi dan seringkali tanpa sepengetahuan pasien, kata Kepala Menteri Provinsi Punjab, Mohsin Naqvi.

Seorang mekanik mobil dikatakan telah bekerja sebagai asisten bedah Mukhtar dan membantu mencari pasien yang rentan agar keluar dari rumah sakit.

Ginjal tersebut kemudian dijual dengan harga hingga 10 juta rupee atau sekitar Rp 1,8 miliar.

“Fakta dan angka yang sampai kepada kami membuat hati bergetar,” kata Naqvi saat konferensi pers pada hari Minggu (1/10/2023).

Perdagangan komersial organ tubuh manusia dinyatakan ilegal di Pakistan pada tahun 2010.

Hukuman bagi mereka yang tertangkap adalah hukuman penjara selama satu dekade dan denda besar dengan harapan hal ini akan menghentikan penjualan organ tubuh manusia kepada klien di luar negeri yang dilakukan oleh dokter, perantara, penerima dan donor yang eksploitatif.

Namun, terjadi peningkatan perdagangan organ di Pakistan karena masyarakat berjuang dengan pendapatan rendah dan lemahnya penegakan hukum.

Pada bulan Januari, polisi Punjab mengungkap jaringan perdagangan organ lainnya setelah seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang hilang ditemukan di laboratorium bawah tanah setelah ginjalnya diambil. (Andy Repi)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper