Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Xi Jinping Menuju Rusia untuk Bertemu Vladimir Putin

Presiden China Xi Jinping menuju ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama 3 hari. 
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China  Xi Jinping pada bulan Februari. Bloomberg/Getty Images
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping pada bulan Februari. Bloomberg/Getty Images

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden China Xi Jinping sedang dalam perjalanan ke Rusia dalam upaya persahabatan, kerja sama dan perdamaian. Kunjungan berlangsung setelah Beijing meluncurkan 12 poin yang menyerukan gencatan senjata dalam perang Rusia-Ukraina

Kunjungan Xi akan berlangsung selama 3 hari yang dimulai pada hari ini dan akan berbicara empat mata dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dilansir dari Aljazeera pada Senin (20/3/2023). 

China menganggap Putin sebagai sahabat yang sekarang sedang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang. 

KTT di Rusia akan menjadi pertemuan ke-40 antara kedua pemimpin tersebut. Kunjungan Xi meningkatkan harapan bahwa akan ada terobosan dalam mengakhiri perang di Ukraina. Saat ini konflik Rusia dan Ukraina telah memasuki tahun kedua yang telah merenggut puluhan ribu nyawa, dan menyebabkan penderitaan ekonomi yang meluas, dengan inflasi melonjak di seluruh dunia. 

Adanya harapan tidak hanya oleh mediasi Beijing dan proposalnya untuk gencatan senjata serta dialog antara Moskow dan Kyiv. Muncul harapan bahwa Xi berniat mengikuti pertemuan virtual dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. 

Jika itu terjadi, percakapan antara Xi dan Zelensky akan menjadi yang pertama sejak tank Rusia melintasi perbatasan Ukraina pada Februari tahun lalu.

Pengamat mengatakan kunjungan kenegaraan Xi lebih pada memperkuat kemitraan tanpa batas yang dia umumkan dengan Putin tahun lalu daripada menengahi perdamaian di Ukraina. 

Direktur Program Asia di German Marshall Fund of the AS Bonnie Glaser mengatakan bahwa tak satupun dari pihak yang bertikai tampak siap atau bersedia mengakhiri pertempuran.

“Kecuali Rusia dan Ukraina telah kehabisan keinginan mereka untuk terus berperang dan mencari celah untuk konflik ini, tidak mungkin untuk mengakhirinya, dan saya tidak berpikir bahwa China ingin berada di tengah-tengahnya," lanjutnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper