Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perjalanan Kasus Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo Bos Robot Trading ATG

Kasus Wahyu Kenzo mencuat sejak April 2022. Kala itu, member robot trading Auto Trade Gold (ATG) mengaku kesulitan melakukan pencairan dana (withdraw/WD).
Wahyu Kenzo./Instagram
Wahyu Kenzo./Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo pendiri robot trading Auto Trade Gold (ATG) ditangkap Polresta Malang Kota dugaan kasus tindak pidana perdagangan, ITE, dan pencucian uang, di salah satu hotel kawasan Surabaya Barat, Sabtu (4//3/2023) pagi.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto, keuntungan yang diperoleh pria bernama asli Dinar Wahyu Saptian Dyfrig dari robot trading ATG di bawah naungan PT Pansaky dari robot trading ATG di bawah naungan PT Pansaky (Panshaka) mencapat Rp9 triliun.

Diduga keuntungan itu diperoleh Wahyu Kenzo dari 25.000 member yang tersebar lintas benua seperti Amerika, Rusia, Prancis, Cina, United Kingdom (UK), Uni Emirat Arab (UEA) hingga Singapura.

“Hasil sementara ini, diperkirakan total kerugian korban mencapai Rp 9 triliun, jumlah korban diperkirakan 25 ribu orang dan tidak hanya di Indonesia, ada dari negara lain,” ungkap Toni Harmanto dikutip dari laman Humas Polri, Rabu (8/3/2023).

Perjalanan Kasus Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo Pendiri Robot Trading ATG

Kasus Wahyu Kenzo mencuat sejak April 2022. Kala itu, member robot trading mengaku kesulitan melakukan pencairan dana (withdraw/WD).

Kemudian korban melapor ke Polda Lampung seperti tertuang dalam laporan nomor  LP/B/383/IV/2022/SPKT/Polda Lampung yang diajkukan 4 April 2022.

Tak hanya itu, pada pertengahan tahun 2022, sebanyak 141 investor yang mengaku sebagai korban robot trading Wahyu Kenzo dengan kerugian Rp15 miliar melapor ke Bareskrim Polri tertuang dalam Laporan Polisi Nomor STTL/179/VI/2022/BARESKRIM.

Adapun korban di Jawa Timur, melapor pada 23 September 2022 di Polresta Malang seperti tertuang dalam berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B/447/IX/2022/SPKT/POLRESTA MALANG KOTA/POLDA JAWA TIMUR.

Wahyu Kenzo sempat dijadwalkan untuk pemeriksaan pada 28 November 2022. Sayangnya, ia tak memenuhi panggilan tersebut.

Kemudian pada 2 Januari 2023, pihak Polresta Malang memanggil untuk kedua kalinya dan pria yang dikenal Crazy Rich Surabaya ini tetap tidak memenuhi panggilan.

Pada Sabtu 4 Maret 2023, polisi akhirnya melakukan pengamanan terhadap Wahyu Kenzo untuk ditahan selama 20 hari.

Ia dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 115 Juncto Pasal 65 ayat (2) UU RI nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Pasal 106 Juncto Pasal 24 ayat (1) UU RI nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Pasal 45A Juncto Pasal 28 Ayat 1 UU nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE), Pasal 378, Pasal 372.

Dan Pasal 3 dan Pasal 4 Undang undang Republik Indonesia nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan Pemberantasan tindak pidana Pencucian uang, dengan ancaman 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rendi Mahendra
Editor : Rendi Mahendra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper