Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

AS dan Rusia Saling Tuduh Tak Tertarik Bahas Perdamaian di Ukraina

Amerika Serikat (AS) dan Rusia pada Selasa (6/12/2022) saling menuduh tidak tertarik dengan pembicaraan perdamaian Ukraina.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 07 Desember 2022  |  15:51 WIB
AS dan Rusia Saling Tuduh Tak Tertarik Bahas Perdamaian di Ukraina
Duta Besar PBB mengheningkan cipta untuk Ukraina selama pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang resolusi mengenai tindakan Rusia terhadap Ukraina, di Markas Besar PBB di New York City, AS, 25 Februari 2022. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Rusia pada Selasa (6/12/2022) saling menuduh tidak tertarik dengan pembicaraan perdamaian Ukraina.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyerukan gencatan senjata untuk mengakhiri perang Rusia dengan Ukraina yang terjadi sejak 9 bulan lalu.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengungkap pada pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang situasi kemanusiaan di Ukraina.

Menurutnya, Moskow telah mencatat minat dari mayoritas negara anggota PBB dalam penyelesaian diplomatik dan ketegangan dua negara itu.

"Kami menanggapi ini dengan sangat serius. Kami menegaskan kesediaan kami untuk melakukan negosiasi," katanya, seperti dilansir dari CNA, Rabu (7/12/2022).

Lebih lanjut, tujuannya adalah untuk menghilangkan akar penyebab yang memaksa Rusia untuk memulai operasi militer khusus.

Pada awalnya, Moskow mengatakan bahwa misinya adalah untuk melucuti Ukraina sehingga tidak bisa menjadi ancaman bagi Rusia.

Negara-negara Barat percaya bahwa tujuan awal Rusia yang sebenarnya adalah mengalahkan militer Ukraina dan menggulingkan pemerintah pro-Baratnya.

Duta Besar Ukraina untuk PBB, Sergiy Kyslytsya mengatakan bahwa Ukraina membutuhkan perdamaian, lebih dari negara lainnya.

"Ukraina membutuhkan perdamaian dan Ukraina menginginkan perdamaian. Lebih dari negara lain mana pun. Wilayah kamilah yang telah diserbu," kata Kyslytsya. 

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan bahwa Rusia terus meyakini negara lain bahwa negaranya bukan agresor.

"Harap ingat ini setiap kali Moskow mencoba untuk meyakinkan kami bahwa bukan agresor, tetapi korban yang menolak upaya perdamaian," lanjutnya.

Nebenzia menuduh negara-negara Barat tidak tertarik dengan penyelesaian diplomatik di Ukraina karena justru memperluas pengiriman ke Kyiv.

"Apa yang Anda lihat sekarang adalah perang yang berlangsung di Barat melawan Rusia. Ini sesuatu yang membuat kami tidak punya pilihan lain, selain melanjutkan tujuan operasi militer kami," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PBB Perang Rusia Ukraina dewan keamanan pbb Ukraina
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top