Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Menkes: Pasien Belum Booster Covid-19 Lebih Berisiko Tinggi Meninggal Dunia

Kementerian Kesehatan mencatatkan jumlah pasien yang meninggal dengan kondisi belum booster Covd-19 mencapai 1.151 jiwa.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 09 November 2022  |  09:27 WIB
Menkes: Pasien Belum Booster Covid-19 Lebih Berisiko Tinggi Meninggal Dunia
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) pada Vaksinasi Booster Presisi Ditreskrimum Polda Metro Jaya di halaman Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (5/4/2022). Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyelenggarakan vaksinasi booster jenis Pfizer dan Astrazeneca sebanyak 1000 dosis dan memberikan minyak goreng gratis untuk warga yang mengikuti kegiatan ini. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto - hp.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan mencatatkan pasien yang meninggal mayoritas adalah warga yang belum mendapatkan booster vaksin Covid-19.

Sepanjang 4 Oktober-8 November 2022, Kemenkes mencatatkan ada 1.373 orang yang meninggal dunia karena terinfeksi virus Covid-19. Kelompok usia dia atas 60 tahun mencatatkan  angka kematian 824 jiwa, dan kelompok 19 tahun-59 tahun sebanyak 491 jiwa. 

Sementara itu, angka kematian pada usia 0-18 tahun mencapai 58 jiwa. Mayoritas pasien yang meninggal dunia tercatat belum mendapatkan vaksin kedua dan booster Covid-19.

"Sebanyak 84 persen pasien yang meninggal belum booster," ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Rabu (9/11/2022).

Dia menjelaskan booster Covid-19 sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Sebab, bisa menekan risiko penyakit kritis hingga kematian karena Covid-19.

Budi Gunadi menambahkan bahwa jumlah pasien yang memiliki gejala sedang, berat, dan kritis mencapai 10.639 jiwa. Dari angka tersebut, sebanyak 74 persen belum melakukan booster Covid-19.

Data Kemenkes pasien gejala sedang, berat, dan kritis berdasarkan kelompok usia periode 4 Oktober-8 November 2022 yakni 0-18 tahun, 19-59 tahun, dan di atas 60 tahun masing-masing 1.439 jiwa, 4.985 jiwa, dan 4.215 jiwa.

data pasien kritis karena covid

Kemenkes mencatatkan jumlah pasien bergejala sedang, berat, dan kritis yang  belum vaksin booster mencapai 7.862 jiwa. Sedangkan, jumlah pasien yang meninggal dengan kondisi belum booster 1.151 jiwa.

Kini pemerintah gencar untuk memberikan vaksinasi booster kepada masyarakat, sebagai program lanjutan dari vaksinasi primer atau dosis penuh bagi 1 kali atau 2 kali suntik tergantung jenis vaksinnya.

Adapun vaksinasi booster bertujuan untuk mengembalikan imunitas dan proteksi klinis yang menurun di populasi. Vaksinasi bertujuan untuk menciptakan kekebalan tubuh dari Covid-19.

Pakar kesehatan menilai bahwa vaksinasi tambahan (additional dose) dibutuhkan saat imunitas individu tidak terbentuk dengan cukup setelah vaksinasi primer. Yang umumnya ditemukan pada penderita gangguan kekebalan tubuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 kemenkes Vaksin Booster menkes
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top