Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menkes: Tiga Zat Kimia Berbahaya Ditemukan di Obat Pasien Gagal Ginjal Akut

Tiga zat berbahaya yang terkandung dalam obat pasien gagal ginjal akut adalah ethylene glycol, diethylene glycol, dan ethylene glycol butyl ether.
Menkes: Tiga Zat Kimia Berbahaya Ditemukan di Obat Pasien Gagal Ginjal Akut / Kemenkes RI
Menkes: Tiga Zat Kimia Berbahaya Ditemukan di Obat Pasien Gagal Ginjal Akut / Kemenkes RI

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa menurut hasil penelitian ada tiga zat kimia berbahaya yang ditemukan pada obat sirop yang dikonsumsi oleh pasien anak yang mengalami gagal ginjal akut. Tiga zat tersebut adalah ethylene glycol, diethylene glycol, dan ethylene glycol butyl ether.

Menkes mengatakan bahwa tiga zat tersebut seharusnya tidak ada dalam obat-obatan sirop. Kalau pun ada, sambungnya, kadarnya harus sangat sedikit.

Zat-zat kimia tersebut bisa muncul bila polyethylene glycol, yang batas toleransi ditentukan, digunakan sebagai penambah kelarutan dalam obat-obatan berbentuk sirop.

Menurut Farmakope Indonesia, EG dan DEG tidak digunakan dalam formulasi obat, tapi dimungkinkan keberadaannya dalam bentuk kontaminan pada bahan tambahan sediaan sirup dengan nilai toleransi 0,1 persen pada gliserin dan propilen glikol serta 0,25 persen pada polyethylene glycol.

Kementerian Kesehatan pun sudah melarang sementara penjualan dan penggunaan obat bebas dan atau bebas terbatas dalam bentuk sirop dalam upaya menekan faktor risiko gagal ginjal akut.

Kementerian Kesehatan juga menginstruksikan tenaga kesehatan menghentikan sementara peresepan obat-obatan berbentuk sirop yang diduga terkontaminasi EG dan DEG.

"Sambil menunggu BPOM [Badan Pengawas Obat dan Makanan] memfinalisasi hasil penelitian kuantitatif mereka, Kemenkes mengambil posisi konservatif dengan sementara melarang penggunaan obat-obatan sirop," kata Menteri Kesehatan melalui keterangan resmi, Kamis (20/10/2022).

Menkes pun mengimbau warga, yang anaknya memerlukan obat berbentuk sirop yang tidak bisa diganti dengan persediaan obat yang lain seperti obat anti-epilepsi, disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau konsultan anak.

Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa jumlah anak usia di bawah lima tahun yang teridentifikasi mengalami gagal ginjal akut sudah mencapai 70-an per bulan.

"Balita yang teridentifikasi gagal ginjal akut sudah mencapai 70an per bulan, realitasnya pasti lebih banyak dari ini, dengan laju angka kematian mendekati 50 persen," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Newswire
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper