Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Usia Hampir Seabad, Mahathir Mohamad Calon Tertua Anggota Parlemen Malaysia

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad akan kembali mencalonkan diri sebagai anggota parlemen Malaysia. 
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 12 Oktober 2022  |  21:32 WIB
Usia Hampir Seabad, Mahathir Mohamad Calon Tertua Anggota Parlemen Malaysia
Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad (kedua kiri) dan Deputi PM Malaysia Wan Azizah Wan Ismail (kanan) melambaikan tangan di sela-sela perayaan 1 tahun pemerintahan koalisi Pakatan Harapan di Putrajaya, Malaysia, Kamis (9/5/2019). - Bloomberg/Samsul Said
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad akan kembali mencalonkan diri sebagai anggota parlemen Malaysia
 
Mahathir mengakui dirinya ingin mempertahankan kedudukannya di Parlemen Malaysia untuk kursi Langkawi pada pemilihan umum yang diprakirakan akan dilangsungkan pada November 2022. 
 
Melansir dari The Guardian, rencana tersebut akan menjadikan Mahathir sebagai salah satu kandidat tertua untuk menjadi Perdana Menteri Malaysia. 
 
Mahathir akan menjadi calon dari Partai Pejuang yang didirikan pada tahun 2020, beberapa saat setelah kepemimpinannya di Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu atau Partai UMNO runtuh. 
 
Kekuasaannya harus selesai karena pembelotan anggota yang berakhir pada kembalinya UMNO kepada kekuasaan di bawah pemerintahan dengan koalisi baru. 
 
Mahathir kemudian menilai, bahwa kemenangan yang diincar oleh UMNO bukan untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyat, namun semata-mata untuk membuat mantan Perdana Menteri Najib Razak bebas. 
 
Adapun, Najib merupakan salah satu pejabat Malaysia yang harus terlibat dalam pengkorupsian dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). 
 
"Jika mereka memenangkan pemilihan ini, langkah pertama mereka adalah meminta [raja Malaysia] untuk mengampuni Najib. Saat ini, mereka telah mengajukan permintaan tetapi belum diampuni," terang Najib dalam keterangan resmi, dikutip dari The Guardian, Rabu (12/10/2022). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mahathir Mohamad malaysia
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top