Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trio Ilmuwan Ini Raih Nobel Kimia atas Penelitan Obat Kanker

Ketiganya menerapkan ilmu kimia yang dikenal dengan “click chemistry” untuk memetakan DNA dan memilih bahan yang lebih sesuai dengan tujuan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Oktober 2022  |  11:45 WIB
Trio Ilmuwan Ini Raih Nobel Kimia atas Penelitan Obat Kanker
(ki-ka) Carolyn R. Bertozzi, Morten Meldal, dan K. Barry Sharpless meraih penghargaan Nobel bidang kimia atas penemuan obat kanker. - nobelprize.org
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga ilmuwan meraih penghargaan Nobel kimia atas upaya mereka dalam penelitian untuk obat kanker.

Dilansir Bloomberg pada Kamis (6/10/20), nobel di bidang kimia tersebut diberikan kepada Carolyn R. Bertozzi, Morten Meldal, dan K. Barry Sharpless. Ketiganya mendapat penghargaan senilai total 10 juta krona (US$900.000).

"Royal Swedish Academy of Sciences telah memutuskan untuk memberikan penghargaan Nobel Kimia 2022 kepada Carolyn R. Bertozzi, Morten Meldal, dan K. Barry Sharpless untuk pengembangan kimia klik dan kimia bioortogonal,” tulis akun Twitter resmi Nobel @NobelPrize, dikutip Kamis (6/10).

Royal Swedish Academy of Sciences mengatakan mengatakan, dalam pengembangan obat-obatan kanker, ketiganya menerapkan ilmu kimia yang dikenal dengan “click chemistry” untuk memetakan DNA dan memilih bahan yang lebih sesuai dengan tujuan.

“Menggunakan reaksi bioorthogonal, para peneliti telah meningkatkan penargetan obat-obatan kanker,” kata akademi tersebut.

Sebelumnya, tiga ilmuwan lain juga meraih penghargaan Nobel fisika atas karya mereka di bidang fisika kuantum. Tiga ilmuwan tersebut yakni Alain Aspect dari Prancis, John F. Clauser dari Amerika Serikat (AS), dan Anton Zeilinger dari Austria.

Selain itu, Nobel juga memberikan penghargaan bidang kedokteran kepada ahli genetika asal Swedia Svante Pääbo.

Pääbo mengurutkan genom Neanderthal, menemukan hominin lain yang telah punah, Denisova, dan menetapkan bahwa Homo sapiens telah bercampur dengan keduanya selama periode koeksistensi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hadiah nobel nobel kimia penghargaan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top