Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komnas HAM: Tidak Benar Aremania Serang Pemain Persebaya saat Tragedi Kanjuruhan

Komnas HAM menegaskan Aremania tidak menyerang pemain Persebaya saat tragedi Kanjuruhan.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 06 Oktober 2022  |  16:36 WIB
Komnas HAM: Tidak Benar Aremania Serang Pemain Persebaya saat Tragedi Kanjuruhan
Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam (kiri), didampingi Kapus Dokkes Polri Irjen Pol Asep Hendradiana (kanan), Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan (kanan) memberikan keterangan pers usai menerima keterangan dari tim forensik Polri di Komnas HAM, Jakarta, Senin (25/7/2022). Komnas HAM memanggil tim forensik yang melakukan autopsi jenazah Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J untuk dimintai keterangan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - hp.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI Choirul Anam menegaskan bahwa dugaan penyerangan suporter Arema FC atau Aremania terhadap pemain Persebaya Surabaya saat tragedi Kanjuruhan tidak benar.

Berdasarkan penelusuran Komnas HAM, pihaknya menemukan fakta bahwa suporter Arema tak pernah berusaha menyerang para pemain klub asal Surabaya.

Hal ini juga diakui oleh para pemain Persebaya yang memang tak pernah mengalami penyerangan dari Aremania.

"Tidak ada pemain yang mengalami luka, jadi kalau ada informasi yang mengatakan bahwa suporter ke sana mau menyerang pemain. Pemainnya juga bilang bahwa tidak ada penyerangan," tutur Anam dalam keterangan resminya dikutip Kamis (6/10/2022).

Dikatakan, bahwa sejumlah suporter yang memaksa masuk ke area lapangan Stadion Kanjuruhan hanya ingin memberi semangat kepada pemain Arema, setelah klub tersebut mengalami kekalahan atas Persebaya.

Alih-alih disebabkan oleh suporter yang merangsek masuk ke lapangan, Anam menilai kericuhan itu terjadi karena penembakan gas air mata yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Menurutnya, keputusan aparat kepolisian untuk menembakkan gas air mata di dalam stadion yang membuat suporter panik dan memutuskan untuk keluar dari area lapangan, melalui pintu yang terbilang kecil.

Hal tersebut menyebabkan adanya penumpukan di bagian depan pintu keluar stadion dan membuat suporter mengalami sesak nafas.

"Banyak pihak yang telah memberi keterangan kepada kami bahwa kericuhan terjadi akibat gas air mata. Gas air mata membuat panik, sehingga ada terkonsentrasi di beberapa titik pintu. Itu yang membuat banyak jatuhnya korban dalam tragedi Kanjuruhan."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kerusuhan Kanjuruhan komnas ham
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top