Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tragedi Kanjuruhan: Warganet Bikin Petisi Setop Penggunaan Gas Air Mata

Petisi setop penggunaan gas air mata oleh Kepolisian untuk mengurai kerusuhan dibuat oleh warganet sebagai respons atas tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  11:28 WIB
Tragedi Kanjuruhan: Warganet Bikin Petisi Setop Penggunaan Gas Air Mata
Tragedi Kanjuruhan: Warganet Bikin Petisi Setop Penggunaan Gas Air Mata. Suasana Unjuk Rasa suporter sepakbola Indonesia atas Tragedi Kanjuruhan yang berlangsung di kawasan Stadiun Gelora Bung Karno, Jakarta Minggu (2/10/2022). - Bisnis/Surya Dua Artha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Petisi setop penggunaan gas air mata oleh Kepolisian untuk mengurai kerusuhan dibuat oleh warganet sebagai respons atas tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Sebuah perkumpulan bernama Blok Politik Pelajar membuat sebuah petisi tersebut dan diunggah di laman Change.org, Senin (3/10/2022). Berdasarkan pantauan Bisnis, sudah ada 12.689 orang yang menandatangani petisi itu sekitar pukul 11.23 WIB dari target 15.000 tanda tangan.

Diketahui, Fédération Internationale de Football Association atau FIFA melarang penggunaan gas air mata di stadion untuk tujuan apapun. Dalam Bab III mengenai pengurus pertandingan (stewards), FIFA menetapkan larangan penggunaan gas air mata dalam pertandingan. Bahkan, gas air mata dilarang untuk dibawa ke stadion.

“Tidak boleh ada senjata api atau gas air mata yang dibawa atau digunakan [no firearms or crowd control gas shall be carried or used],” tertulis dalam poin 19b Bab III FIFA Stadium Safety and Security Regulations, dikutip pada Minggu (2/9/2022).

Selain itu, Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Agus Dwi Susanto menjelaskan bahwa paparan gas air mata bisa memberikan efek dalam berbagai tingkatan terhadap tubuh seseorang. Efeknya dapat terasa di luar maupun hingga ke pernapasan.

Agus menjelaskan bahwa paparan gas air mata dapat menyebabkan iritasi dari hidung, tenggorokan, sampai dengan saluran napas bawah. Saluran pernafasan bisa terpengaruh oleh paparan gas tersebut.

“Gejala dari hidung berair, rasa terbakar di hidung dan tenggorokan, batuk, dahak, nyeri dada, sesak napas,” ujar Agus pada Minggu (2/9/2022).

Adapun, tragedi Kanjuruhan bermula saat ratusan suporter Arema merangsek ke lapangan karena kecewa dengan hasil buruk pada pertandingan malam itu melawan rivalnya Persebaya Surabaya. Bentrokan dengan aparat polisi pun tak terhindarkan.

Polisi berusaha mengurai massa dengan menembakkan gas air mata ke beberapa titik, termasuk ke tribun yang masih dipadati suporter. Walhasil, kepanikan terjadi sehingga aksi dorong terjadi menuju pintu keluar stadion. Dikabarkan lebih dari 120 orang meregang nyawa akibat terinjak-injak dan sesak nafas. Tragedi ini pun menjadi catatan kelam sepak bola Indonesia dan dunia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stadion Kanjuruhan Kerusuhan Kanjuruhan Tragedi Kanjuruhan petisi gas air mata
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top