Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapal Pertama Pengangkut Biji-Bijian Ukraina Sempat Diganggu Serangan Rusia

Kapal pertama mengangkut biji-bijian dari Ukraina sempat diganggu serangan Rusia sebelum berangkat dari Pelabuhan Odesa.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  14:35 WIB
Kapal Pertama Pengangkut Biji-Bijian Ukraina Sempat Diganggu Serangan Rusia
Ilustrasi ladang gandum - World Economic Forum
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kapal pertama mengangkut biji-bijian dari Ukraina sempat diganggu serangan Rusia sebelum berangkat dari Pelabuhan Odesa.

Kementerian Pertahanan Turki memastikan kapal pertama yang membawa bahan pangan biji-bijian asal Ukraina telah berangkat dari Pelabuhan Odesa setelah sebelumnya mendapat gangguan akibat serangan Rusia.

Kapal kargo berbendera Sierra Leone, Razoni, meninggalkan Pelabuhan Odesa menuju Lebanon, Senin (1/8/2022) pagi ini, menurut kementerian itu. Sebuah pernyataan dari PBB mengatakan Razoni membawa lebih dari 26.000 ton jagung.

Data dari Sistem Identifikasi Otomatis Razoni, pelacak keselamatan untuk kapal di laut, menunjukkan kapal perlahan keluar dari tempat berlabuhnya di Pelabuhan Odesa didampingi kapal tunda.

Kapal itu diperkirakan akan mencapai Istanbul pada hari Selasa (2/8/2022) dan akan menjalani pemeriksaan sebelum diizinkan untuk melanjutkan pelayaran, menurut kementerian itu seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (1/8/2022).

Sebagai bagian dari kesepakatan ekspor biji-bjiian gandum baru-baru ini yang ditandatangani antara Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina, kapal pertama berangkat dari Pelabuhan Odesa.

Dipenuhi bahan pangan, Razoni meninggalkan Odesa pada pukul 8.30 pagi waktu setempat (05.30GMT). Hal ini sebagaimana disepakati oleh pihak-pihak dalam perjanjian, kata Kementerian Pertahanan Nasional Turki dalam sebuah pernyataan.

Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani kesepakatan penting pada 22 Juli untuk melanjutkan ekspor biji-bijian melalui pelabuhan Ukraina di Odesa, Chernomorsk dan Yuzhny setelah berbulan-bulan terkendala karena perang Rusia-Ukraina yang sekarang memasuki bulan keenam.

Berdasarkan kesepakatan itu, pusat koordinasi bersama didirikan di Istanbul untuk melakukan inspeksi di pintu masuk dan keluar pelabuhan, dan memastikan keamanan rute pelayaran.

Untuk mengawasi ekspor biji-bijian Ukraina, pusat koordinasi bersama di Istanbul secara resmi dibuka yang terdiri dari perwakilan Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina.

Tujuannya untuk memungkinkan rute aman menggunakan kapal niaga pembawa bahan makanan komersial dan pupuk dari tiga pelabuhan utama Ukraina di Laut Hitam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Ukraina turki
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top