Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perang Rusia Vs Ukraina: Kapal Pertama Angkut Gandum Ukraina Berangkat dari Pelabuhan Odesa

Kapal pertama yang membawa gandum Ukraina telah berangkat dari pelabuhan Odesa, kata Kementerian Pertahanan Turki, Senin (1/8/2022).
Kapal kargo berbendera Sierra Leone, Razoni membawa gandum dan biji-bijian Ukraina dari pelabuhan Odesa, kata Kementerian Pertahanan Turki, Senin (1/8/2022)./Istimewa
Kapal kargo berbendera Sierra Leone, Razoni membawa gandum dan biji-bijian Ukraina dari pelabuhan Odesa, kata Kementerian Pertahanan Turki, Senin (1/8/2022)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kapal pertama yang membawa gandum Ukraina telah berangkat dari pelabuhan Odesa, kata Kementerian Pertahanan Turki, Senin (1/8/2022).

Kapal kargo berbendera Sierra Leone, Razoni, meninggalkan pelabuhan Odesa menuju Lebanon, kata kementerian itu.

Sebuah pernyataan dari PBB mengatakan Razoni membawa lebih dari 26.000 ton jagung dilansir dari Washingtonpost dan Aljazeera, Senin (1/8/2022).

Data dari Sistem Identifikasi Otomatis Razoni, pelacak keselamatan untuk kapal di laut, menunjukkan kapal perlahan keluar dari tempat berlabuhnya di pelabuhan Odesa Senin (1/8/2022) pagi di samping kapal tunda.

Kapal itu diperkirakan akan mencapai Istanbul pada hari Selasa (2/8/2022), yang akan menjalani pemeriksaan sebelum diizinkan untuk melanjutkan, kata kementerian itu.

Jagung akan menuju ke Lebanon, negara kecil di Timur Tengah yang dalam cengkeraman krisis keuangan terburuk di dunia menurut  Bank Dunia.

Ledakan tahun 2020 di pelabuhan utamanya di Beirut menghancurkan Ibu Kota dan menghancurkan gudang gandum di sana, yang sebagian runtuh setelah kebakaran selama berminggu-minggu.

“Hari ini Ukraina, bersama dengan mitra, mengambil langkah lain untuk mencegah kelaparan dunia,” kata Alexander Kubrakov, Menteri Infrastruktur Ukraina.

Dia mengatakan, hal itu juga akan membantu Ukraina.

“Membuka pelabuhan akan memberikan setidaknya US$1 miliar pendapatan devisa bagi perekonomian dan peluang bagi sektor pertanian untuk merencanakan tahun depan,” kata Kubrakov.

Pernyataan kementerian Turki mengatakan kapal-kapal lain juga akan meninggalkan pelabuhan Ukraina melalui koridor aman sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangani di Istanbul pada 22 Juli, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Rusia dan Ukraina menandatangani perjanjian terpisah dengan Turki dan PBB membuka jalan bagi Ukraina — salah satu lumbung pangan utama dunia — untuk mengekspor 22 juta ton biji-bijian dan barang-barang pertanian lainnya yang tertahan di pelabuhan Laut Hitam karena invasi Rusia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper