Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gazprom Putuskan Aliran Gas ke Latvia

Produsen gas Rusia Gazprom menyatakan berhenti mengirim gas ke Latvia setelah menuduhnya melanggar perjanjian pasokan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  09:38 WIB
Gazprom Putuskan Aliran Gas ke Latvia
Produsen gas Rusia Gazprom menyatakan berhenti mengirim gas ke Latvia setelah menuduhnya melanggar perjanjian pasokan. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen gas Rusia Gazprom menyatakan berhenti mengirim gas ke Latvia setelah menuduhnya melanggar perjanjian pasokan, sebuah langkah yang disebut Baltik itu akan berdampak ringan pada pasokan gasnya.

Rusia telah memutuskan pasokan gas ke Polandia, Bulgaria, Finlandia, Belanda dan Denmark sebelumnya, akibat menolak untuk membayar gas sesuai dengan perintah Presiden Vladimir Putin yang mengharuskan rekening rubel dibuat di bank Rusia.

Rusia juga telah menghentikan penjualan gas ke Shell Energy Europe di Jerman.

Dalam sebuah pernyataannya, Gazprom tidak memerinci perjanjian pasokan gas mana yang diduga dilanggar oleh Latvia, anggota aliansi militer Uni Eropa dan NATO yang berbatasan dengan Rusia.

Edijs Saicans, Wakil Sekretaris Negara untuk Kebijakan Energi di Kementerian Ekonomi Latvia, mengatakan langkah Gazprom akan berdampak kecil mengingat Latvia telah memutuskan untuk melarang impor gas Rusia mulai 1 Januari 2023.

"Kami tidak melihat dampak besar dari langkah seperti itu," katanya seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (1/8/2022).

Pengumuman Gazprom keluar sehari setelah perusahaan energi Latvijas Gaze mengatakan mereka membeli gas dari Rusia dan lebih memilih membayar dalam euro daripada rubel yang diperlukan saat berdagang dengan Gazprom.

Seorang juru bicara Latvijas Gaze mengatakan pada hari Jumat (29/7/2022), bahwa mereka tidak akan membeli gas dari Gazprom. Namun demikian, Latvijas Gaze tidak akan menyebut nama pemasok lain dengan alasan kerahasiaan bisnis.

Akan tetapi, Latvijas Gaze tidak segera menanggapi permintaan komentar setelah pengumuman Gazprom.

Negara-negara Uni Eropa (UE) pada hari Selasa (26/7/2022), menyetujui peraturan darurat untuk mengekang penggunaan gas pada musim dingin mendatang. Mereka telah mengantisipasi pasokan yang tidak pasti dari Rusia.

Pada bulan Maret, Putin mengatakan produsen gas alam terbesar di dunia akan mengharuskan negara-negara yang ditetapkan sebagai "tidak ramah" dalam sikap mereka terhadap tindakan Moskow di Ukraina untuk membayar gas pipa dalam mata uang rubel.

Komisi Eropa, yang telah memperingatkan bahwa mematuhi perintah Putin dapat melanggar sanksi UE terhadap Moskow, telah mendesak sejumlah perusahaan untuk tetap membayar dalam mata uang yang disepakati dalam kontrak mereka dengan Gazprom yang sebagian besar dalam euro atau dolar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas Rusia vladimir putin nato
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top