Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemendikbudristek Ajak Gotong Royong dalam G20 untuk Pulihkan Pendidikan

Kemendikbudristek bersama para delegasi G20 berdikusi untuk menerapkan sikap gotong royong pasca pandemi untuk pulihkan pendidikan.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 28 Juli 2022  |  11:16 WIB
Kemendikbudristek Ajak Gotong Royong dalam G20 untuk Pulihkan Pendidikan
Alternate Chair Education Working Group (EdWG) Anindito Aditomo bersama dengan Chair of G20 EdWG Iwan Syaril
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemedikbudristek) menggelar pertemuan ketiga Kelompok Kerja Pendidikan (Education Working Group/EdWG) G20 secara hibrid di Bandung pada tanggal 27–28 Juli 2022.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan kedua EdWG G20 yang dilakukan pada Mei lalu.

Chair of G20 EdWG Iwan Syahril mengatakan bahwa Kemendikbudristek terus memperkuat komitmennya mengajak dunia bergotong royong pasca pandemi untuk pulih dan lebih kuat.

“Melalui pertemuan ketiga ini, Kemendikbudristek bersama para delegasi negara-negara anggota G20, negara undangan khusus, organisasi internasional, serta kelompok kerja (working group), dan kelompok pelibatan (engagement group) akan berdiskusi lebih lanjut jelang pertemuan tingkat menteri pendidikan pada bulan September,” ujar Iwan Syahril, dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.

Terkait pelaksanaan pertemuan di Bandung, Iwan menyampaikan falsafah masyarakat Sunda yang erat kaitannya dengan gotong royong untuk pulih bersama yang diusung Presidensi G20 Indonesia, yakni silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi.

Silih yang berarti “saling”, mengandung makna transformatif yang bersifat resiprokal.

“Pada pertemuan-pertemuan G20 bidang pendidikan yang kita pimpin, para delegasi saling memberikan respon. Tujuannya untuk bertransformasi bersama dan bergotong royong untuk mencapai pemulihan global, khususnya di bidang pendidikan,” kata Iwan.

Di samping itu, silih asih dapat dimaknai sebagai saling mengasihi terhadap sesamanya. Silih asah mempunyai makna saling mencerdaskan antarmanusia. Silih asuh mempunyai makna yaitu saling menjaga. Sementara itu, silih wawangi dapat bermakna saling memberi dukungan ke arah yang positif.

Nilai yang terkandung di dalam falsafah ini dapat dimaknai sebagai proses untuk mencapai kualitas kemanusian yang sejahtera.

“Saya pikir, dalam upaya memperkuat komitmen untuk memulihkan sektor pendidikan secara bergotong royong, falsafah masyarakat Sunda silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi sangat relevan dan dapat menjadi penguat,” ujar Iwan, yang juga Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, dan Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek.

Pada pertemuan ketiga EdWG ini, Kemendikbudristek akan memimpin pembahasan terkait beberapa agenda prioritas, yaitu Solidaritas dan Kemitraan, serta Masa Depan Dunia Kerja Pasca COVID-19.

Kemendikbudristek juga akan memimpin pembahasan lebih lanjut terkait Laporan G20 EdWG, serta draf Deklarasi Menteri Pendidikan yang sempat dibahas pada pertemuan sebelumnya.

Tak hanya itu, Kemendikbudristek akan mengajak para delegasi untuk berdiskusi pembahasan terbaru komitmen dunia di bidang pendidikan yang telah dibahas pada Transforming Education Pre-Summit di bulan Juni lalu.

Adapun kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara menuju pertemuan Transforming Education Summit yang direncanakan akan dilaksanakan pada September 2022 diinisiasi oleh UNESCO.

Pada pertemuan EdWG G20 kedua pada Mei lalu, terobosan-terobosan Merdeka Belajar telah diangkat sebagai contoh praktik baik yang menjadi tonggak gotong royong transformasi pendidikan di Indonesia, sekaligus sebagai dasar agenda prioritas bidang pendidikan G20.

Hal ini sejalan dengan nilai gotong royong serta visi yang diutarakan oleh Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim pada pertemuan EdWG G20 kedua, bahwa Indonesia telah melihat ke masa depan, dan mengajak dunia untuk turutbergerak ke masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 Kemendikbudristek pendidikan
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top