Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Toyota Menang Sengketa, Kemenkumham Diminta Terima Merek e-Palette

Merek e-Palette segera memperoleh perlindungan hukum setelah pengadilan memenangkan gugatan Toyota terhadap Komisi Banding Kementerian Hukum dan Ham.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 14 Juli 2022  |  22:07 WIB
Toyota Menang Sengketa, Kemenkumham Diminta Terima Merek e-Palette
Sebuah mock/up kendaraan swakemudi e/Palette ditampilkan pada konferensi pers oleh Monet Technologies Inc., sebuah perusahaan patungan dari SoftBank Corp dan Toyota Motor Corp yang akan mengembangkan layanan mobil self/driving, di Tokyo, Jepang, 28 Maret 2019. foto REUTERS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Toyota Jidosha Kabushiki Kaisha (Toyota) memenangkan sengketa merek melawan Komisi Banding Merek Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Sengketa merek antara Toyota vs Kemenkumham dipicu keputusan Komisi Banding Merek yang menolak pandaftaran merek e-Pallete milik pabrikan otomotif asal Jepang tersebut.

"Mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya," demikian dikutip dari laman resmi PN Jakarta Pusat, Kamis (14/7/2022).

Hakim niaga Jakarta Pusat juga menyatakan merek Pallet dengan Nomor Pendaftaran IDM000327672 tidak dapat dijadikan sebagai dasar penolakan karena sudah berakhir masa perlindungannya dan tidak mendapat perlindungan hukum.

Oleh karena itu, PN Jakarta Pusat memerintahkan Kemenkumham untuk membatalkan Putusan  No. 25/KBM/HKI/2020 yang diputus pada tanggal 10 Maret 2020 dengan segala akibat hukumnya.

"Memerintahkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk mengabulkan permohonan pendaftaran merek “e-Palette” No. Agenda D002018003994 untuk melindungi jenis barang yang termasuk di kelas 12 untuk jenis barang mobil dan bagian-bagian struktur mobil."

Kronologi Kasus

Seperti diketahui, sengketa antara Toyota dan Kemenkumham dipicu pihak Kemenkumham yang  menolak merek 'e-Pallet' milik Toyota. Kemenkumham menilai merek tersebut identik dengan merek 'Pallet' yang sebelumnya telah terdaftar dan resmi oleh Suzuki Indomobil Motor.

Adapun dalam petitum gugatannya, pihak Toyota meminta majelis hakim menyatakan merek No. IDM000327672 tidak dapat dijadikan rujukan penolakan karena sudah berakhir masa perlindungannya dan tidak mendapat perlindungan hukum.

Selanjutnya, menyatakan merek “e-Palette” No. Agenda D002018003994 milik Toyota tidak memiliki persamaan keseluruhannya dengan merek  No. Pendaftaran IDM000327672.

“Membatalkan Putusan tergugat No. 25/KBM/HKI/2020 yang diputus pada tanggal 10 Maret 2020 dengan segala akibat hukumnya,” demikian dikutip dari laman resmi PN Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2022).

Pihak Toyota juga meminta hakim untuk memerintahkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual cq. Direktorat Merek dan Indikasi Geografis supaya mengabulkan seluruh permohonan pendaftaran merek “e-Palette” No. Agenda D002018003994 untuk melindungi jenis barang yang termasuk di kelas 12 untuk jenis barang “Mobil dan bagian-bagian struktur mobil”;

“Menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara, atau apabila Majelis Hakim Yang Mulia berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex Aequo et Bono),” tukasnya.

Pendaftaran Merek

Dalam catatan Bisnis, merek dengan nomor IDM000327672 telah terdaftar ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan nama pemilik PT Suzuki Indomobil Motor.

Namun demikian, merek tersebut telah kedaluwarsa dan masa perlindunganya sudah berakhir sejak 13 Agustus 2019.

Sementara itu, merek e-Pallete dengan nomor pendaftaran ID002018003994 telah ditolak Kemenkumham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota kemenkumham sengketa merek komisi banding
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top