Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkes Budi Beberkan Penyebab Kasus Covid-19 di Sejumlah Negara Naik

Budi Gunadi Sadikin menilai kenaikan kasus Covid-19 tidak lepas dari keputusan sejumlah negara yang melonggarkan kebijakan protokol kesehatan (prokes).
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 04 Juli 2022  |  15:08 WIB
Menkes Budi Beberkan Penyebab Kasus Covid-19 di Sejumlah Negara Naik
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menilai kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini tidak lepas dari keputusan sejumlah negara yang melonggarkan kebijakan protokol kesehatan (prokes).

"Hasil diskusi dengan epidemiolog, kenaikan kasus [di sejumlah Negara] disebabkan karena kurang kewaspadaan dari beberapa negara dan terlalu terburu-buru mengendurkan protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi," katanya dalam konferensi pers, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Senin (4/7/2022).

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa untuk Indonesia, kondisinya masih jauh lebih baik dibandingkan kondisi negara lain, sebab masyarakat Indonesia jauh lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan gencar melakukan vaksinasi.

"Protokol kesehatan sudah ditetapkan pemerintah yaitu tetap menggunakan masker di dalam ruangan, atau ada kerumunan atau kondisi badan tidak sehat dan kita bebas tidak menggunakan masker di ruangan terbuka itu memang secara konsisten kita jalankan," ujarnya.

Budi pun mengatakan, meskipun kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mengalami kenaikan akibat varian BA4 dan BA5, tetapi pada saat yang sama, kasus Covid-19 secara umum juga mengalami pelandaian.

"Jadi sekarang kita juga melihat walaupun kasusnya naik, tetapi pelandaian mulai terjadi baik di Jakarta maupun di Indonesia," katanya.

Budi menjelaskan mengenai karakter kenaikan kasus Covid-19 yang mencapai puncaknya setelah 30-40 hari. Budi mengatakan Indonesia juga bakal mengalami hal yang sama dalam beberapa hari ke depan.

"Indonesia sudah sekitar 30 hari. Jadi, kita mungkin masih ada waktu satu atau minggu ke depan. Kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain seharusnya puncaknya sudah tercapai," ujarnya.

Budi menyampaikan varian BA4 dan BA5 di Indonesia sudah lebih dari 80 persen tersebar. Bahkan, varian tersebut sudah mencapai 100 persen di Jakarta.

"Jadi biasanya itu puncak tercapai kalau dominasi satu varian sudah tinggi. Nah sekarang di Indonesia BA4 BA5 sudah lebih dari 80 persen dari varian yang kita genome sequencing. Bahkan untuk di DKI Jakarta sudah 100 persen itu adalah varian BA4 dan BA5," tuturnya.

Budi mengatakan, saat dominasi varian kasus Covid-19 sudah hampir mencapai 100 persen, penurunan bakal mulai terjadi. Hal itu terlihat dari pengalaman kenaikan kasus Covid-19 di luar negeri dan di Indonesia sebelumnya.

"Saat dominasi Delta itu sudah hampir 100 persen dari populasi virusnya. Itu mulai terjadi penurunan. Demikian juga pada saat Omicron sudah hampir 100 persen dari yang kita genome sequencing varian Omicron, mulai terjadi penurunan," ujar Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Covid-19 varian BA4 dan BA5 omicron
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top