Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-118: Rusia Makin Geram!

Para pejabat Rusia mengatakan Ukraina telah meluncurkan serangan rudal terhadap tiga rig gas di Laut Hitam selatan Odesa.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 21 Juni 2022  |  10:57 WIB
Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-118: Rusia Makin Geram!
Anggota pasukan Ukraina berpartisipasi dalam latihan pertempuran perkotaan, yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Ukraina, di wilayah kota yang ditinggalkan di Pripyat, Ukraina, Jumat (4/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perang Rusia vs Ukraina sudah memasuki hari ke-118 sejak awal invasi. Pada hari ini, Rusia telah menuntut Lithuania agar mencabut larangan transit barang ke wilayah eksklave Rusia di Kaliningrad.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut langkah yang dilakukan Lithuania ini dianggap sebagai pemicu konflik secara terbuka. Atas tindakan Lithuania tersebut, Rusia memperingatkannya untuk melindungi kepentingan secara nasional.

Seperti yang kita ketahui, tindakan Lithuania dilandasi oleh sanksi yang diberikan Uni Eropa terhadap Rusia yang sudah berlaku sejak 17 Juni.

“Bukan Lituania yang melakukan apapun. Ini sanksi Eropa yang mulai berlaku sejak 17 Juni, tindakan itu dilakukan dengan konsultasi dari Komisi Eropa dan di bawah pedoman Komisi Eropa," kata Menteri Luar Negeri Lituania, Gabrielius Landsbergis kepada wartawan di Luksemburg.

Ini update rangkuman konflik Rusia vs Ukraina hari ke-118:

Gempuran Rusia Untuk Menguasai Seluruh Sievierodonetsk

Wakil Menteri Pertahanan Ukraina, Hanna Maliar mengatakan bahwa Rusia telah mengumpulkan hampir semua pasukannya untuk menyerbu pemukiman di dekat kota timur Sievierodonetsk. Dikabarkan pertempuran kali sebagai penentuan penguasaan di wilayah tersebut dengan tujuan mencapai perbatasan wilayah Luhansk. 

Serangan Rudal Ukraina Sebagai Upaya Melemahkan Rusia

Para pejabat Rusia mengatakan Ukraina telah meluncurkan serangan rudal terhadap tiga rig gas di Laut Hitam selatan Odesa, hal ini dikatakan sebagai upaya Ukraina untuk melemahkan dominasi maritim Rusia. Atas serangan tersebut dilaporkan tujuh orang hilang dan tiga terluka.

14 Rudal Ukraina Hantam Gudang Makanan Ukraina di Odesa

Sebuah gudang makanan di kota pelabuhan selatan Ukraina di Odesa telah dihancurkan oleh serangan rudal Rusia. Militer Ukraina mengatakan pasukan Rusia saat itu menembakkan 14 rudal ke Ukraina selatan selama tiga jam, beruntung dalam serangan tersebut tidak menewaskan satu pun warga sipil di wilayah tersebut.

Hadiah Nobel Jurnalis Rusia Terjual $103,5 Juta Untuk Bantu Anak-Anak di Ukraina

Hadiah Nobel perdamaian yang dimenangkan oleh jurnalis Rusia, Dmitry Muratov telah terjual dengan rekor $103,5 juta dalam lelang. Muratov menjual medali itu untuk mengumpulkan dana bagi anak-anak Ukraina yang terlantar akibat perang.

Muratov juga mengatakan penjualan itu merupakan tindakan solidaritas dengan 14 juta warga Ukraina yang mengungsi akibat invasi Rusia.

Rusia Blokade Jalur Ekspor Jutaan Ton Gandum dari Ukraina

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borell mengatakan bahwa Rusia dianggap melakukan kejahatan perang karena telah memblokade jalur Rusia terhadap ekspor jutaan ton gandum Ukraina.

“Kami menyerukan Rusia untuk membuka blokade pelabuhan. Tidak terbayangkan, bahwa jutaan ton gandum tetap diblokir di Ukraina sementara seluruh dunia orang-orang menderita kelaparan,” kata Josep.

Pembahasan Turki Keberatan Saat Finlandia dan Swedia Gabung Aliansi Militer Masih Berlanjut

Turki tidak menganggap KTT NATO minggu depan sebagai batas waktu akhir untuk menyelesaikan keberatannya terhadap Finlandia dan Swedia yang bergabung dengan aliansi militer. Juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin melaporkan tidak ada terobosan dalam pembicaraan di Brussels tetapi mengatakan diskusi antara Turki, Finlandia dan Swedia akan terus berlanjut.

Tentara Bayaran Amerika Ditangkap di Ukraina 

Orang Amerika yang ditangkap di Ukraina telah digambarkan oleh Rusia sebagai tentara bayaran yang terlibat dalam kegiatan ilegal dan harus bertanggung jawab atas kejahatan mereka. Juru bicara Rusia, Dmitry Peskov mengatakan bahwa orang-orang yang ditahan tidak dicakup oleh konvensi Jenewa karena mereka bukan pasukan regular. 

Pembahasan Kebijakan Pembatasan Harga Minyak Rusia

Amerika Serikat sedang dalam pembicaraan dengan Kanada dan sekutu lainnya untuk lebih membatasi pendapatan penjualan energi Rusia dengan memberlakukan batas harga minyak pada Rusia. Menteri Keuangan AS, Janet Yellen mengatakan pembatasan itu akan menekan harga minyak Rusia dan menekan pendapatan Putin.

Inggris Bersiap Untuk Kemungkinan Terburuk

Mantan direktur pasukan khusus Inggris mengatakan saat ini Inggris harus bersiap untuk perang sebagai pencegahan serangan dari Rusia. Komentar dari Jenderal Sir Adrian Bradshaw ini muncul setelah panglima baru tentara Inggris, Jenderal Sir Patrick Sanders mengatakan kepada pasukannya untuk berperang di Eropa sekali lagi.

Kekhawatiran Putin Soal “Percikan Demokrasi” di Rusia

Kanselir Jerman, Olaf Scholz mengatakan presiden Rusia harus menerima bahwa adanya komunitas demokrasi berbasis hukum di lingkungannya (Rusia) yang tumbuh semakin dekat. Scholz juga menambahkan saat ini Putin takut dengan percikan demokrasi menyebar ke negaranya

Keputusan Ukraina Gabung Eropa Pada Pekan Ini

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyebut keputusan yang dilakukan Ukraina untuk bergabung dalam keanggotaan Uni Eropa pada pekan ini membuat Rusia menjadi sangat gugup.

Larangan Untuk Berada di Wilayah Inggris Untuk Semua Pejabat Rusia

Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrey Kelin akan dilarang dari kawasan parlemen di Westminster sampai pemberitahuan lebih lanjut. Larangan juga berlaku untuk semua diplomat dan pejabat Rusia yang terakreditasi di wilayah Inggris.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top