Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Beda SDKI 2022 dengan SDKI Sebelumnya

SDKI tahun 2022 diselenggarakan BRIN bekerja sama dengan BKKBN dan Badan Pusat Statistik.
Ilustrasi/Bisnis.com
Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kegiatan lima tahunan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) kembali dilaksanakan. SDKI tahun 2022 diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan Badan Pusat Statistik (BPS).

SDKI tahun 2022 berbeda dengan SDKI sebelumnya.

Berikut perbedaan SDKI 2022 dengan SDKI sebelumnya.

1. Melibatkan BRIN

Kegiatan lima tahunan SDKI kembali dilaksanakan. Kali ini, SDKI diselenggarakan BRIN melalui Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi, bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kegiatan SDKI 2022 diawali dengan kick off  SDKI 2022 di Gedung BJ. Habibie, Jakarta, pada (16/6/2022).

Rangkaian SDKI berupa uji coba survei rencananya segera dimulai Juli nanti.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan SDKI 2022 merupakan survei demografi dan kesehatan ke-9, sejak pertama kali dilaksanakannya pada 1987.Pelaksanaannya selama ini oleh BPS dan BKKBN.

2. Menggunakan CAPI

SDKI 2022 berbeda dengan SDKI tahun sebelumnya, karena tahun ini menggunakan Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) menggantikan Paper-Assisted Personal Interviewing (PAPI).

CAPI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pelaksanaan survei.

3. Mahasiswa

SDKI 2022 menyertakan  mahasiswa dan akademisi dari perguruan tinggi pada 34 provinsi untuk menjadi petugas pewawancara.

4. Koordinator lapangan

SDKI 2022 menyertakan periset BRIN sebagai koordinator lapangan dan tim analisis untuk  menemukan kondisi demografi dan kesehatan di tengah masyarakat dan menghasilkan analisis yang mendalam dan komprehensif.

“Kehadiran mahasiswa dan akademisi lainnya tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas data kependudukan dan kesehatan Indonesia,” tutur Handoko.

SDKI diarahkan memenuhi kebutuhan data yang memiliki keterbandingan internasional. Data SDKI digunakan untuk penyusunan kebijakan, program kependudukan, dan kesehatan.

 Data hasil SDKI akan digunakan Bappenas untuk menyusun indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN),  dan Sustainable Development Goals (SDGs) terkait kependudukan.

Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi, Boediastoeti Ontowirjo mengatakan, bahwa pengumpulan data SDKI 2022 dilaksanakan pada 34 provinsi dengan sampel sebanyak 2.080 Blok Sensus mencakup daerah perkotaan dan perdesaan dengan target responden yang terdiri dari wanita usia subur, pria kawin, dan remaja pria.

Kerangka sampel SDKI 2022  menggunakan Master Sampel Blok Sensus dari hasil Sensus Penduduk Long Form 2020 (SPLF2020).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper