Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Apa Itu Reshuflle? Ini Tujuan, dan Sejarahnya di Era Jokowi

Jokowi melakukan reshuffle terhadap jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) pada Rabu (15/6/2022).
Presiden Indonesia Joko Widodo membacakan sumpah para menteri dan wakil menteri yang baru dilantik saat pelantikan di Istana Kepresidenan di Jakarta, Rabu (15/6/2022). Reuters/Willy Kurniawan
Presiden Indonesia Joko Widodo membacakan sumpah para menteri dan wakil menteri yang baru dilantik saat pelantikan di Istana Kepresidenan di Jakarta, Rabu (15/6/2022). Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan reshuffle terhadap jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) pada Rabu (15/6/2022).

Jokowi menunjuk Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan dan Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Presiden juga melantik John Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, dan dan Raja Juli Antoni sebagai Wakil Menteri ATR/BPN.

Dikutip dari situs Cambridge Dictionary, Kamis (16/6/2022), reshuffle berarti suatu peristiwa saat posisi sejumlah orang dalam sebuah kelompok diganti, misalnya dalam sebuah pemerintahan.

Reshuffle juga berarti perubahan posisi sejumlah orang di sebuah kabinet dalam hal ini menteri.

Tujuan Reshuffle

Dikutip dari laman institute for government UK, ada lima tujuan dari sebuah reshuffle kabinet yakni:

1. Manajemen partai dan kabinet

Pengangkatan dan pemberhentian menteri merupakan bagian penting dari kekuasaan pemimpin dalam hal ini presiden. Reshuffle juga bertujuan untuk mengelola partai, dengan memastikan semua faksi di dalamnya merasa terwakili dalam pemerintahan.

2. Manajemen kinerja

Reshuffle merupakan kesempatan untuk mempromosikan menteri berkinerja tinggi dengan memindahkan mereka ke posisi tanggung jawab yang lebih besar. Reshuffle juga bertujuan untuk memberhentikan menteri tidak bekerja dengan baik. Hal ini untuk meningkatkan kinerja suatu pemerintahan.

3. Pergeseran kebijakan

Reshuffle juga kerap jadi sinyal pergeseran kebijakan suatu pemerintahan. Dengan mengganti menteri di sejumlah kementerian, perubahan kebijakan dari suatu pemerintahan diharapkan bisa tercapai.

4. Penyegaran

Reshuffle juga bisa bertujuan menghindari kesan pemerintahan yang stagnan. Reshuffle juga untuk memperkenalkan sosok baru yang dianggap dapat bekerja lebih baik dalam suatu kabinet.

5. Kejadian tak terduga

Presiden bisa melakukan reshuffle apabila terjadi hal tidak terduga, misalnya mundurnya seorang menteri, kematian menteri, atau kejadian lainnya yang membuat seorang mentwri tidak dapat bekerja lagi dalam sebuah kabinet.

Apa Itu Reshuflle? Ini Tujuan, dan Sejarahnya di Era Jokowi

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kiri) berfoto bersama Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto (kanan) usai upacara pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sisa masa jabatan periode 2019-2024 di Istana Negara, Rabu (15/6/2022). Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Wamen ATR Raja Juli Antoni, Wamendagri John Wempi Watipo dan Wamenaker Afriansyah Noor. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Sejarah reshuffle pada era Jokowi

Presiden Jokowi selama dua periode pemerintahannya melakukan sejumlah perombakan pada kabinetnya. Berikut daftarnya:

2015: Reshuffle pertama

Jokowi melakukan reshuffle pertama pada 12 Agustus 2015 dengan mengganti tujuh posisi pejabat pemerintahan.

1. Luhut Binsar Pandjaitan diangkat sebagai Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko polhukam), menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno.

2. Rizal Ramli diangkat sebagai Menko Bidang Kemaritiman, menggantikan Indroyono Soesilo.

3. Sofyan Djalil diangkat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, menggantikan Andrinof Chaniago.

4. Darmin Nasution diangkat sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, menggantikan Sofyan Djalil.

5. Thomas Lembong diangkat sebagai Menteri Perdagangan (Mendag), menggantikan Rachmat Gobel.

6. Pramono Anung diangkat sebagai Sekretaris Kabinet, menggantikan Andi Widjajanto.

7. Teten Masduki diangkat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan.

2016: Reshuffle kedua

1. Sri Mulyani Indrawati diangkat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), menggantikan Bambang Brodjonegoro.

2. Sofyan Djalil diangkat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), menggantikan Ferry Mursidan Baldan.

3. Bambang Brodjonegoro diangkat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas, menggantikan Sofyan Djalil.

4. Budi Karya Sumadi diangkat sebagai Menteri Perhubungan, menggantikan Ignasius Jonan.

5. Airlangga Hartarto diangkat sebagai Menteri Perindustrian, menggantikan Saleh Husin.

6. Archandra Tahar diangkat sebagai Menteri ESDM, menggantikan Sudirman Said. Meskipun demikian, jabatannya tersebut hanya berlangsung selama kurang dari satu bulan, karena permasalahan dwi kewarganegaraan yang dimiliki Archandra.

7. Muhadjir Effendy diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menggantikan Anies Baswedan.

8. Asman Abnur diangkat sebagai Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (PAN-RB), menggantikan Yuddy Chrisnadi.

9. Eko Putro Sanjojo diangkat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) menggantikan Marwan Jafar.

10. Luhut Binsar Padjaitan diangkat sebagai Menko Bidang Kemaritiman, menggantikan Rizal Ramli.

11. Wiranto diangkat sebagai Menko Polhukam, menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan.

12. Enggartiasto Lukita diangkat sebagai Menteri Perdagangan (Mendag), menggantikan Thomas Lembong,

13. Thomas Lembong diangkat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menggantikan Franky Sibarani.

14. Franky Sibarani diangkat sebagai Wakil Menteri Perindustrian.

2018: Reshuffle Ketiga

Melanjutkan daftar reshuffle yang dilakukannya, Jokowi kembali merombak kabinet yang dipimpinnya pada 17 Januari 2018 dengan hanya mengganti satu posisi menteri dan satu kepala lembaga.

1. Idrus Marham diangkat sebagai Menteri Sosial (Mensos), menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang mengundurkan diri karena menjadi salah satu kandidat calon Gubernur Jawa Timur dalam Pilkada Jawa Timur 2018.

2. Moeldoko diangkat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Teten Masduki yang ditunjuki menjadi Koordinator Staf Khusus Presiden.

2018: Reshuffle Keempat

Dalam tahun yang sama tepatnya pada 15 dan 24 Agustus 2018, Jokowi melakukan reshuffle kabinet untuk keempat kalinya dan menjadi perombakan terakhir dalam Kabinet Kerja.

1. Komisaris Jenderal Syafruddin ditugaskan untuk mengisi posisi Menteri Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, setelah posisi tersebut ditinggalkan oleh Asman Abnur yang merupakan kader PAN di kabinet Jokowi yang mundur karena partai asalnya tersebut keluar dari koalisi pendukung Jokowi dalam Pilpres 2019.

2. Agus Gumiwang Kartasasmita diangkat sebagai Menteri Sosial (Mensos), menggantikan Idrus Marham yang terjerat kasus korupsi PLTU Riau

2020: Reshuffle Kelima

Pada periode pemerintahannya yang kedua, Jokowi pertama kali melakukan reshuffle kabinet pada 22 Desember 2022 dengan melantik enam orang menteri baru.

1. Sandiaga Salahuddin Uno diangkat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), menggantikan Wishnutama Kusubandio.

2. Tri Rismaharini diangkat sebagai Mensos, menggantikan Juliari Batubara yang terjerat kasus korupsi bantuan sosial pandemi Covid-19.

3. Budi Gunadi Sadikin diangkat sebagai Menteri Kesehatan (Menkes), menggantikan Terawan Agus Putranto.

4. Wahyu Sakti Trenggono diangkat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, menggantikan Edhy Prabowo yang terlibat dalam kasus korupsi benih lobster.

5. Yaqut Cholil Quomas atau Gus Yaqut diangkat sebagai Menteri Agama, menggantikan Fachrul Razi.

6. Muhammad Lutfi diangkat sebagai Mendag, menggantikan Agus Suparmanto.

2021: Reshuffle Keenam

Kemudian, Jokowi melakukan perombakan kabinet pada 28 April 2021 dengan melantik dua orang menteri.

1. Nadiem Makarim diangkat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek).

2. Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia diangkat sebagai Menteri Investasi.

2022: Reshuffle Ketujuh

Jokowi pun merombak jajaran menterinya untuk kedelapan kalinya selama dua periode pemerintahan. Mereka adalah:

1. Zulkifli Hasan menjadi Menteri Perdagangan, menggantikan Muhammad Lutfi.

2. Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto menjadi Menteri Agaria Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), menggantikan Sofyan Djalil.

3. Raja Juli Antoni menjadi Wakil Menteri ATR/Kepala BPN, menggantikan Surya Tjandra.

4. Afriansyah Noor menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

5. John Wempi Wetipo menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper