Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenapa Jokowi Memilih Rabu Pahing Reshuffle Kabinet, Bukan Rabu Pon?

Jokowi biasanya melakukan reshuffle kabinet pada Rabo Pon. Namun, kali ini presiden akan mengganti sejumlah Menteri pada Rabo Pahing. Apakah hari baik itu jatuh pada hari ini?
Hendri T. Asworo
Hendri T. Asworo - Bisnis.com 15 Juni 2022  |  11:37 WIB
Kenapa Jokowi Memilih Rabu Pahing Reshuffle Kabinet, Bukan Rabu Pon?
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/6/2022). Jokowi dikabarkan akan melakukan reshuffle kabinet pada hari ini, Rabu Pon./ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) berembus kencang dalam beberapa hari terakhir. Perombakan kabinet pun mengerucut pada hari ini, Rabu Pahing, dengan beredarnya nama menteri yang akan dilantik oleh RI-1.

Berdasarkan penanggalan Jawa, Jokowi acap kali melakukan reshuffle kabinet pada Rabo Pon. Namun, kali ini presiden akan mengganti sejumlah Menteri pada Rabo Pahing. Apakah hari baik itu jatuh pada hari ini?

Seperti dikutip dari Primbon Betaljemur Adammakna, Karya Kanjeng Pangeran Harya Cakraningrat, jumlah neptu hari dan pasaran Rabu Pahing sebanyak 16. Neptu ini jatuh pada perhitungan lahir. Artinya, wataknya kuat dalam segala hal.

Hal ini berbeda dengan Rabu Pon dengan jumlah neptu dari hari dan pasaran sebanyak 14. Jumlah neptu ini jatuh pada perhitungan sakit. Artinya, wataknya serba kesusahan sandang pangan, tapi pribadinya wegig atau lincah/cerdik.

Berdasarkan catatan Bisnis, Presiden Jokowi beberapa kali melakukan reshuffle pada hari Rabu. Pria asal Solo itu terkenal selalu mencari 'hari baik' saat menyampaikan pengumuman penting pemerintahannya. Presiden Jokowi sendiri lahir pada Rabu Pon.

Seperti dikutip dari Tempo, Momen Jokowi melakukan reshuffle kabinet periode pertama pemerintahannya pada Rabu Pon, 12 Agustus 2015, dengan melantik enam menteri baru.

Pejabat kabinet yang dilantik di antaranya, Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Hukum (Menko Polhukam), Rizal Ramli ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, dan Darmin Nasution menjadi Menteri Koordinator Perekonomian.

Setahun berselang, Jokowi kembali merombak jajaran kabinet. Reshuffle Jilid II dilakukan pada Rabu Pon yang jatuh pada 27 Juli 2016.

Saat itu, Jokowi merombak besar-besaran susunan kabinetnya. Ada 13 posisi menteri, di antaranya memulangkan Sri Mulyani yang sedang menjabat sebagai Direktur Bank Dunia untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Selain itu, Jokowi juga mendepak Anies Baswedan dari posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan menunjuk Muhadjir Effendy sebagai penggantinya.

Selanjutnya, Jokowi melakukan reshuffle ketiga pada Rabu Pahing, 17 Januari 2018. Saat itu, Khofifah Indar Parawansa mundur dari jabatannya sebagai Menteri Sosial karena maju dalam Pilkada Jawa Timur.

Jokowi kemudian menunjuk Idrus Marham menggantikan posisi Khofifah. Dia juga menunjuk Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko menggantikan Teten Masduki sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Pada Rabu Legi, 23 November 2019, Jokowi mengumumkan susunan menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Selanjutnya, dia melakukan reshuffle pertama dan melantik enam menteri serta lima wakil menteri baru Kabinet Indonesia Maju pada Rabu, 23 Desember 2020.

Enam menteri yang dilantik adalah Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Wakil Menteri yang dilantik, yakni; Wakil Menteri Pertanian Harfiq Hasnul Qalbi, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Komar Syarief, Wakil Menteri Pertahanan Letjen Herindra dan Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury.

Pada Rabu Wage, 28 April 2021, Jokowi melantik dua menteri Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024 serta satu kepala lembaga pemerintah nonkementerian.

Jokowi melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadilia, dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko.

Pada 17 November 2021, Presiden Jokowi melantik Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI menggantikan Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun. Jika menggunakan tanggalan Jawa, 17 November 2021 adalah hari Rabu Pahing.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bambang Wuryanto mengatakan, bisa saja Jokowi mengumumkan reshuffle pada Rabu ini.

Namun, dia tidak bisa memastikan soal nama-nama yang akan terkena reshuffle. "Kalo Rebo Pahing, ya, masuk, untuk reshuffle bisa. Itu hari baik,” kata ujarnya di sela-sela acara Peluncuran Pemilu 2024, Kantor KPU, Selasa (14/6/2022).
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Reshuffle Kabinet kabinet Jokowi-JK

Sumber : Tempo.co

Editor : Hendri T. Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top