Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-110: Terpojok! Pasukan Ukraina Kian Kesulitan, Sebagian Sievierodonetsk Dikuasai Rusia

Pakar ahli senjata mengungkapkan ada kemungkinan persenjataan nuklir akan tumbuh pesat, seiring dengan perang Rusia vs Ukraina yang belum selesai.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 13 Juni 2022  |  10:22 WIB
Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-110: Terpojok! Pasukan Ukraina Kian Kesulitan, Sebagian Sievierodonetsk Dikuasai Rusia
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope

Bisnis.com, JAKARTA - Konflik Rusia vs Ukraina sudah memasuki hari ke-110 sejak awal invasi. Pasukan Rusia telah menguasai sebagian besar wilayah Sievierodonetsk dan dikabarkan pertempuran sengit masih berlanjut di pabrik kimia Azot.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa tujuan utama Rusia saat ini adalah untuk memperluas wilayahnya di Sievierodonetsk. Zelensky juga menambahkan bahwa militer Rusia sedang mencoba untuk mengerahkan pasukan cadangan ke wilayah Donbas.

Sementara itu, pihak Rusia dilaporkan telah menghancurkan jembatan yang menghubungkan kota timur Sievierodonetsk ke kota Lysychansk, atas dihancurkannya jembatan tersebut menjadikan rute evakuasi warga sipil menjadi terpotong.

Selain hal itu, berikut beberapa update rangkuman konflik Rusia vs Ukraina hari ke-110 yang dirangkum The Guardian pada Senin (13/6/2022), sebagai berikut:

Simpang Siur Meledaknya Pasokan Senjata Ukraina

Dalam perang Rusia vs Ukraina, Kementerian pertahanan Rusia mengatakan rudal jelajahnya menghancurkan depot besar yang berisi senjata AS dan Eropa di Ternopil di Ukraina barat pada hari Minggu. Namun, pernyataan itu ditepis Ukraina dengan mengatakan bahwa tidak terdapat senjata di lokasi tersebut.

Gubernur regional Ternopil mengatakan bahwa serangan itu menghancurkan sejumlah bangunan tempat tinggal dan melukai 22 orang, termasuk tujuh wanita dan seorang anak berusia 12 tahun.

Tuduhan Amnesty Internasional Terhadap Rusia

Amnesty International menuduh Rusia melakukan kejahatan perang di kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv. Menurut Organisasi HAM tersebut menyebutkan bahwa ratusan warga sipil telah tewas oleh penembakan Rusia tanpa pandang bulu menggunakan munisi tandan yang dilarang secara luas.

Mayat Pejuang Ukraina di Azovstal Masih Menunggu Pengambilan

Mantan komandan resimen Pengawal Nasional Azov Ukraina mengatakan saat ini masih banyak mayat dari pejuang Ukraina yang tewas dalam pengepungan pabrik baja Azovstal di kota selatan Mariupol menunggu pengambilan.

Tentara Inggris Tewas Dalam Perjuangannya Bersama Ukraina

Seorang mantan tentara Inggris tewas dalam pertempuran melawan pasukan Rusia di Sievierodonetsk. Kantor Luar Negeri Inggris mengkonfirmasi Jordan Gatley ditembak dan dibunuh di Ukraina. Dikabarkan Gatley meninggalkan tentara Inggris pada bulan Maret untuk melanjutkan karirnya sebagai tentara di daerah lain, hingga akhirnya telah membantu pasukan Ukraina mempertahankan negara mereka melawan Rusia.

Brahim Saadoun Ternyata Marinir Biasa dan Bukan Tentara Bayaran

Teman dan keluarga dari pria Maroko yang dijatuhi hukuman mati bersama dua warga Inggris minggu lalu, Brahim Saadoun (21) menyerukan kebebasan untuknya. Mereka mengatakan bahwa sebenernya Brahim merupakan seorang marinir yang berttugas aktif dan mereka menegaskan Brahim bukan seorang tentara bayaran.

Pertemuan Tiga Pemimpin Turki, Rusia dan Ukraina

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengumumkan kemungkinan pembicaraan baru dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Erdoğan mengatakan pertemuan tersebut akan berlangsung minggu depan dengan topik bahasan mengenai solusi untuk ekspor yang terhambat akibat perang.

Kelompok ahli senjata mengungkapkan bahwa kemungkinan dalam tahun-tahun yang akan datang persenjataan nuklir akan tumbuh pesat dan hal ini merupakan pertama kalinya sejak perang dingin, mereka juga menambahkan pertumbuhan tersebut akan beresiko setidaknya dalam sepuluh tahun kedepan.

Penetapan Rute Ekspor Melalui Polandia dan Rumania

Dalam perang Rusia vs Ukraina, Ukraina telah menetapkan dua rute melalui Polandia dan Rumania untuk mengekspor biji-bijian untuk mencegah krisis pangan global, hal tersebut tetap Ukraina lakukan meskipun sedang terdapat hambatan akibat perang.

Pertemuan Menteri Perdangan Atasi Ancaman Pangan Akibat Perang

Menteri perdagangan global berkumpul untuk mengatasi keamanan pangan yang terancam oleh invasi Rusia ke Ukraina pada pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia. Para menteri diharapkan bisa menyepakati deklarasi bersama tentang penguatan ketahanan pangan di mana mereka akan berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk memfasilitasi perdagangan.

Usulan Perkuat UU Anti-Korupsi Untuk Ukraina

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyerukan perlunya memperkuat undang-undang anti-korupsi di Ukraina. Menutunya masih perlu ada reformasi yang diterapkan, untuk memerangi korupsi atau untuk memodernisasi pemerintahan, agar dapat membantu menarik investor.

Robot Pencari Ranjau Dikerahkan Ukraina

Perusahaan pertahanan Inggris QinetiQ akan memasok Ukraina dengan 10 robot pencari ranjau Talon untuk tujuan membongkar ranjau di Ukraina.

McDonald’s Rusia Berganti Nama di Bawah Kepemilikan Baru

Restoran McDonald's kembali membuka pintu mereka di Moskow karena saat ini mereka sudah berada di bawah kepemilikan Rusia baru dan nama baru, yaitu “Vkusno & Tochka” yang diterjemahkan menjadi "Enak dan hanya itu".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top