Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK Dalami Peran VP Summarecon Agung (SMRA) di Proyek-proyek Lain

Penyidik KPK akan mendalami peran VP Summarecon Agung Oon Nisihuno dalam proyek-proyek lain.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 05 Juni 2022  |  16:13 WIB
KPK Dalami Peran VP Summarecon Agung (SMRA) di Proyek-proyek Lain
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat memberikan keterangan mengenai operasi tangkap tangan terhadap bekas Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, Jumat (3/6/2022) kemarin. - JIBI/Setyo Aji Harjanto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami peran Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Tbk Oon Nushihono, terkait izin proyek pengembang tersebut.

Oon Nushihobo telah jadi tersangka kasus suap perizinan pembangunan Apartemen Royal Kedhaton di Yogyakarta. Dia diduga menyuap Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti untuk memuluskan proses pembuatan IMB proyek apartemen tersebut.

"Pasti nanti kita akan liat ya, dalam hal ini kan masih terkait dengan perizinan IMB di Yogya. Apakah yang bersangkutan (Oon Nushihono) juga ke Bekasi ke Bogor atau kemana, di mana ada proyek-proyek PT SA (Summarecon Agung) melakukan hal yang sama (dugaan praktik suap) tentu nanti akan diliat di dalam proses penyidikan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, dikutip Minggu (5/6/2022).

Penyidik lembaga antikorupsi juga akan mendalami apakah korporasi dalam hal ini Summarecon Agung, ikut berperan dalam praktik suap di kasus perizinan Apartemen Yogyakarta. KPK, kata Alex, tak segan untuk menjerat perseroan dengan pidana korporasi jika ditemukan bukti yang cukup.

"Ya tentu nanti akan didalami apakah uang yang diberikan tersebut dari kasnya Summarecon atau atas persetujuan dari dewan direksi," kata Alexander.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan petinggi PT Summarecon Agung Tbk Oon Nushino (ON) sebagai tersangka kasus suap izin pembangunan apartemen Royal Kedhaton di Yogyakarta.

Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama Eks Walkot Yogyakarta Haryadi Suyuti (HS.

Oon Nushino selaku pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK summarecon agung
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top