Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wiranto Bertemu Mahasiswa Indikasi Pemerintahan Jokowi Tak Lepas dari Cengkeraman Militer

Keberanian Wiranto menemui para mahasiswa memberikan pesan psikologis kepada para pendemo.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 09 April 2022  |  17:36 WIB
Wiranto Bertemu Mahasiswa Indikasi Pemerintahan Jokowi Tak Lepas dari Cengkeraman Militer
Wiranto memberikan keterangan pers seusai rapat koordinasi khusus (Rakorsus) tingkat menteri di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/4/2019). - ANTARA/Renald Ghifari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Keberanian Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto menemui para mahasiswa mempunnyai dua makna secara psikologis.

Peneliti Para Syndicate, Virdika Rizky Utama mengatakan bahwa keberanian Wiranto menemui mahasiswa memberi pesan bahwa pemerintah serius menghadapi aksi demonstrasi yang akan dijalankan mahasiswa.

“Wiranto dipilih karena memiliki pengalaman sangat besar menghadapi demonstrasi mahasiswa saat reformasi. Selain itu, dengan pengalamannya yang sangat represif kepada mahasiswa, ingin memberi pesan psikologis terhadap mahasiswa. Jangan main-main dengan pemerintah,” ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (9/4/2022).

Dia melanjutkan, upaya yang ditunjukkan oleh Wiranto itu juga menegaskan bahwa pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi tidak bisa lepas dari cengkeraman purnawirawan militer.

Hal ini menunjukkan semacam ketidakpercayaan diri pemerintahan sipil Joko Widodo dalam merespons tuntutan atau kritik publik.

Sebagaimana diketahui, Wiranto menemui perwakilan para pendemo dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia di kantornya, Jumat (8/4/2022).

Wiranto mengatakan tidak ada yang melarang mahasiswa demo.

Dia hanya mempertanyakan tujuan dilakukan demo, ketika isu Jokowi 3 periode tersebut memang tidak mungkin terjadi dan sudah dijawab oleh presiden.

"Bukan melarang, tapi kan kita berkomunikasi," kata dia dalam konferensi pers usai pertemuan.

Wiranto juga mengingatkan kalau saat ini merupakan bulan suci Ramadan. Tentunya, kata dia, akan lebih arif untuk bisa menyikapi hal-hal yang memang bisa dibicarakan dengan baik.

Itulah alasannya, kata Wiranto, dirinya dan sejumlah anggota Wantimpres bertemu para mahasiswa.

Dalam gelombang demonstrasi besar-besaran 1998, Wiranto menjabat sebagai Panglima TNI. Dia dinilai sengaja membiarkan para mahasiswa menduduki kompleks DPR/MPR pada 19 Mei 1998 yang kemudian berujung pada mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.

Dalam buku Perjalanan Seorang Prajurit Komando, purnawiran Sintong Panjaitan mengatakan bahwa sebenarnya kala itu tidak terlalu sulit bagi ABRI untuk menghalau para mahasiswa yang ingin menduduki Senayan.

Setelah Soeharto mundur, mahasiswa kemudian dipukul mundur oleh aparat. Gelombang demonstrasi menentang Sidang Istimewa (SI) MPR terus bermunculan yang berujung pada berrbagai peristiwa seperti Traagedi Semanggi dan Trisakti.

Aparat kemudian membentuk kelompok milisi Pam Swakarsa yang bertugas mengamankan jalannya SI MPR dan berhadap-hadapan dengan mahasiswa.

Menurut Kivlan Zein, petinggi militer ketika itu, kelompok ini dibentuk atas perintah Wiranto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi demo wiranto
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top