Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Heboh Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta, Ini Penyebabnya

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Hariyadi menjelaskan terkait penumpukan penumpang dari luar negeri di Terminal 3 pada Minggu (27 Maret 2022).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Maret 2022  |  12:40 WIB
Heboh Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta, Ini Penyebabnya
Calon Jamaah Umroh meninggalkan bandara setelah mendapat kepastian gagal berangkat ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Hariyadi menjelaskan terkait penumpukan penumpang dari luar negeri di terminal 3 pada Minggu, 27 Maret 2022.

Agus mengatakan penumpukan penumpang terjadi karena kedatangan jemaah umrah secara bersamaan ke Bandara Soekarno-Hatta

“Ada kedatangan umrah flight  yang bersamaan karena dampak dari negara asalnya. Kalau umrah kan sebagian besar senior citizen dan dari daerah,” ujar Agus saat dihubungi melalui telepon, Senin (28/3/2022).

Agus memastikan penumpukan penumpang sudah tertangani. Pengelola bandara memutuskan, agar antrean panjang penumpang yang tiba di bandara berkurang, pengambilan tes PCR warga negara Indonesia (WNI) dari Tanah Suci dilakukan di tempat karantina atau Wisma Atlet Kemayoran.

Pada Senin (28/3) pagi, dia menyebut kondisi Bandara Soekarno-Hatta kembali normal. Di samping kedatangan jemaah umrah, bandara utama yang berlokasi di Cengkareng itu mencatat lonjakan jumlah penumpang rute internasional dan domestik dalam 15 hari belakangan.

Kenaikan pergerakan penumpang terjadi setelah pemerintah menghapus ketentuan tes PCR atau Antigen bagi pelaku perjalanan domestik dan memperlonggar aturan karantina untuk pelaku perjalanan luar negeri.

“Kenaikannya cukup signifikan, hampir 100 persen dari sebelum aturan dicabut,” ujarnya.

Kenaikan jumlah penumpang diikuti oleh peningkatan pergerakan atau frekuensi maskapai. Agus mendata, bila dibandingkan dengan rata-rata pergerakan selama masa normal 2019, trafik perjalanan maskapai dari dan menuju Bandara Soekarno Hatta telah mencapai 65 persen.

Sementara itu secara harian, pergerakan penumpang telah menembus angka di atas 115 ribu. “Gambarannya kalau normal itu 180-120 ribu, sedangkan sewaktu pandemi Covid-19 turun drastis hanya 30 persen atau 60 ribu per hari,” ucap Agus.

Sebagai langkah antisipasi untuk menghadapi penumpukan penumpang menjelang Lebaran, Agus mengatakan pihaknya akan segera mengaktifkan kembali Terminal Bandara 1A pada pekan pertama April. Secara bertahap, pihak bandara juga akan mengoperasikan Terminal 1B yang sempat vakum selama pandemi.

Agus memprediksi trafik pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta akan mendekati normal dalam waktu dekat. Kondisi normal terjadi jika jumlah penumpang sudah melampaui 150 ribu per hari.

“Jadi waktu penumpang di bawah 100 ribu, kami sebut situasi tidak normal atau belum normal. Waktu penumpang di angka 100-150 ribu atau 140 ribu, itu menuju normal,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perjalanan bandara soekarno-hatta umrah karantina PCR

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top