Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kru dan Pembalap MotoGP Abadikan Aksi Pawang Hujan di Sirkuit Mandalika

Aksi pawang hujan, Rara Isti Wulandari mengundang perhatian publik pada gelaran MotoGP Mandalika 2022.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 20 Maret 2022  |  15:29 WIB
Rara Isti Wulandari / Dok. Istimewa
Rara Isti Wulandari / Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja pawang hujan di Sirkuit Mandalika saat gelaran balapan MotoGP Mandalika 2022 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengundang perhatian publik, serta para kru dan pembalap MotoGP.

Aksi pawang hujan, Rara Isti Wulandari mengundang perhatian publik saat memasuki sirkuit Mandalika di tengah hujan deras disertai petir. Kameramen MotoGP di Mandalika pun turut mengabadikan momen saat pawang hujan bereaksi. Para kru dan pembalap MotoGP juga turut mengabadikan aksi sang pawang hujan.

Tak hanya itu, akun resmi Official MotoGP pun mencuit video aksi sang pawang hujan. “The master... #IndonesianGP,” cuitnya yang diritwit warganet sebanyak 2.195 kali dan disukai 4.165 itu.

“30 menit dari balapan dimulai dan hujan turun! Ini akan menjadi basah, teman-teman! ?.”

Selain itu, aksi kocak pembalap MotoGP asal Perancis, Fabio Quartarao juga menjadi sorotan publik. Dalam video yang diunggah akun twitter Official MotoGP itu, Quartarao nampak menirukan aksi pawang hujan dalam memainkan cawan logam.

Pawang hujan adalah salah satu pihak di balik layar yang turut membantu menyukseskan balapan MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Anggota tim pawang hujan Sirkuit Mandalika tersebut bertugas untuk 'memodifikasi' cuaca. Bahkan, menurut informasi, pawang hujan tersebut direkomendasikan Menteri BUMN Erick Thohir dan dibayar ratusan juta rupiah.

Sebelumnya, viral aksi pawang hujan Rara Isti Wulandari untuk menyukseskan gelaran balap MotoGP Mandalika 2022. Sosok yang akrab dipanggil Mbak Rara ini memang diminta secara khusus oleh pihak penyelenggara, yakni Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Dorna guna memastikan tidak turun hujan selama acara berlangsung.

Rara menuturkan, hujan justru diusahakan untuk turun pada pagi hari. Hal itu ditujukan agar debu di arena balap hilang dan suhu aspal tidak terlalu panas saat siang hari.

"Jadi memang dari Dorna dan Mandalikanya minta supaya hujannya di pagi saja, sementara siang diusahakan jangan sampai hujan. Kenapa begitu, karena ini supaya aspalnya bisa sedikit basah tapi jangan sampai tergenang atau banjir, jadi buat sekadar basah saja permintaannya," ucapnya.

Sementara itu, dalam melakukan ritual terkait, Rara pun meletakkan sejumlah sesajen di beberapa titik Sirkuit Mandalika.

"Ada beberapa saya taruh sesajen seperti di bawah race control ini tepat di area masuk pitlane terus sama diujung sana dekat pintu keluar pitlane dan ada lagi di beberapa titik lain. Sesajennya ya biasa ya seperti kalau yang kita lihat di Bali sama saya juga ada menaruh beberapa balok es batu," ujarnya.

Dalam penuturannya kepada awak media, dia mengaku menerima bayaran mencapai tiga digit alias ratusan juta untuk 21 hari kerja. "Saya dibayar MGPA dan ITDC. Bayaran saya itu tiga digit untuk 21 hari," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

MotoGP lombok Sirkuit Mandalika MotoGP Mandalika
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top