Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak Cara Unik Desa Wisata Penglipuran di Bali Menanggulangi Bencana

Penanggung jawab Desa Wisata Penglipuran Nengah Monang menyampaikan Dewa Wisata Penglipuran memiliki cara tersendiri akan upaya risiko bencana, di mana disesuaikan dengan ajaran agama yang dianut yaitu agama Hindu.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 18 Maret 2022  |  06:40 WIB
Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali. - Youtube
Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali. - Youtube

Bisnis.com, DENPASAR - Penanggung jawab Desa Wisata Penglipuran Nengah Monang menyampaikan Desa Wisata Penglipuran memiliki cara tersendiri akan upaya risiko bencana yang disesuaikan dengan ajaran agama Hindu.

“Kami turut mengambil filosofi Tri Hita Karana yang merupakan falsafah hidup harmonis dengan Tuhan, alam sekitar dan sesama manusia,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (17/3/2022).

Dia melanjutkan, filosofi yang mereka pegang dalam membangun desa ini turut menjadi upaya bersama dalam pengurangan risiko bencana, khususnya melestarikan alam.

Tidak hanya itu, dia meyakini bahwa nilai gotong royong yang dilakukan masyarakat Desa Wisata Penglipuran dapat menjadi contoh dalam penguatan penanggulangan bencana.

“Masyarakat desa ini sering berkumpul dan berdiskusi untuk menyatukan sikap dengan tidak adanya sekat, kami juga memiliki Hutan Bambu yang dimiliki masyarakat desa dan kami pun sepakat untuk melestarikan dengan adanya peraturan untuk tidak dijual maupun ditanami tanaman lainnya,” tuturnya.

Untuk diketahui, kunjungan ke Desa Penglipuran akan dijadwalkan pada 28 Mei 2022 sebagia bagian dari kunjungan lapangan dari perhelatan Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana (GPDRR) ke-7.

Sebanyak 193 Negara akan menjadi delegasi dalam perhelatan tersebut, salah satunya menunjukkan kisah baik kearifan lokal dalam penanggulangan bencana, sebab Indonesia pun merupakan negara pertama di Asia yang dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan GPDRR ke-7 pada 23—28 Mei 2022.

Adapun, lokasi yang ditunjuk sebagai bagian dari kunjungan lapangan (field visit) bagi delegasi GPDRR, antara lain di Dewa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli dan Kertha Gosa, Kabupaten Klungkung.

Hal ini diharapkan bukti kearifan lokal yang dimiliki Indonesia menjadi kekuatan dalam membangun pengurangan risiko bencana untuk ketangguhan Indonesia serta contoh pembelajaran penanggulangan bencana di kancah internasional.

Dia melanjutkan, saat ini fasilitas terkait mitigasi bencana yang dimiliki Desanya seperti papan arah jalur evakuasi dan titik kumpul maupun protokol kesehatan telah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan para delegasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hindu bnpb bencana alam
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top