Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dewan Keamanan PBB Turun Tangan, Rusia Tuding AS Danai Laboratorium Biologis di Ukraina

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar sidang atas permintaan Rusia guna membahas dugaan penelitian militer biologis Amerika Serikat (AS) di Ukraina.
Dewan Keamanan PBB/webtv.un.org
Dewan Keamanan PBB/webtv.un.org

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dijadwalkan menggelar sidang pada Jumat (11/3/2022) atas permintaan Rusia guna membahas dugaan penelitian militer biologis Amerika Serikat (AS) di Ukraina.

Dmitry Polyanskiy, Deputi Pertama Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, menyebut permintaan Rusia tersebut melalui sebuah cuitan pada Kamis (10/3/2022).

Rusia telah menyatakan, bahwa terdapat jaringan laboratorium biologis di Ukraina yang beroperasi atas nama Departemen Pertahanan AS dan merupakan bagian dari program senjata biologis AS.

Kementerian Luar Negeri Rusia pada Selasa (8/3/2022) mengatakan bahwa pihaknya telah menerima dokumentasi dari beberapa pegawai di laboratorium biologis Ukraina yang membenarkan bahwa sejumlah patogen berbahaya dimusnahkan dengan segera.

Pada Kamis (10/3/2022), Kementerian Pertahanan Rusia menyampaikan bahwa laboratorium biologis yang didanai AS di Ukraina berupaya membentuk sebuah mekanisme "untuk penularan rahasia patogen mematikan."

AS menepis tudingan Rusia itu dengan menyebutnya "menggelikan" dan menduga bahwa Rusia sedang membuat fondasi untuk menggunakan senjata kimia atau biologis.

Namun, pada Selasa (8/3/2022) saat bersaksi di depan sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS tentang Ukraina, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik Victoria Nuland mengakui bahwa "Ukraina memiliki fasilitas penelitian biologis."

Juga pada Selasa (8/3/2022), Kementerian Luar Negeri China meminta agar AS merilis rincian laboratorium biologisnya di Ukraina dan mendesak pihak-pihak terkait untuk memastikan keamanan fasilitas tersebut.

"Khususnya, Amerika Serikat, sebagai pihak yang paling memahami tentang laboratorium ini, harus merilis informasi spesifik yang relevan secepatnya, termasuk virus apa yang disimpan dan penelitian yang telah dilakukan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian dalam taklimat pers harian.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Nancy Junita
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper