Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Sentil Dirut PLN Usai Dengar Keluhan JK soal Izin PLTA

Jokowi meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Energy 515 megawatt di Kabupaten Poso dan PLTA Malea Energy 90 megawatt di Kabupaten Tana Toraja, Jumat (25/2/2022).
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  13:52 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) / BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo (Jokowi) / BPMI Setpres

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta Direksi PT PLN (Persero) untuk segera membenahi sistem birokrasi sehingga proses pengurusan perizinan menjadi lebih cepat dan efisien.

Hal itu disampaikan Jokowi di sela-sela acara peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Energy 515 megawatt di Kabupaten Poso dan PLTA Malea Energy 90 megawatt di Kabupaten Tana Toraja, Jumat (25/02/2022).

Jokowi memerintahkan jajaran terkait terutama PLN untuk segera membenahi sistem birokrasi yang ada sehingga dapat mendukung pengembangan EBT di tanah air. Pernyataan Jokowi itu merupakan respons dari keluhan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait lamanya proses pengurusan izin pembangunan PLTA.

“Saya tekankan pada pagi hari ini adalah agar birokrasi, utamanya di PLN itu betul-betul, Pak Dirut, diperhatikan. Jangan sampai ada keluhan lagi seperti tadi juga disampaikan oleh Bapak Jusuf Kalla, negosiasi perizinan itu sampai lebih dari lima tahun. Itu baru ngurus izinnya, belum nanti mendapatkan pendanaan dari konsorsium perbankan, bukan sesuatu yang gampang,” kata Jokowi dikutip dari Youtube Setpres, Jumat (25/2/2022).

Jokowi menyatakan pengurusan perizinan di sektor energi, khususnya energi baru terbarukan harus dipermudah. Pasalnya, Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030 serta nol emisi karbon pada 2060.

“Target-target seperti ini yang tidak mudah dikejar. Karena memang antara pertumbuhan permintaan dan pertumbuhan listrik harus terus diseimbangkan. Jangan sampai ada kelebihan pasok dari PLN sehingga membebani dari PLN,” ujarnya.

Dikutip melalui laman Sekretariat Kabinet (Setkab), acara peresmian ini dipusatkan di PLTA Poso Energy, Poso, Sulawesi Tengah. Kepala Negara menyampaikan, pembangunan pembangkit listrik ini akan mendukung proses transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT).

“Pagi hari ini saya sangat senang sekali karena kita semuanya akan meresmikan sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang itu adalah berarti energi hijau, berarti adalah EBT (energi baru terbarukan),” ujarnya.

Jokowi menambahkan, saat ini semua negara didorong untuk bergeser dari pemakaian energi fosil utamanya batu bara menuju ke energi hijau. Indonesia sendiri, memiliki potensi energi yang mencapai 418 gigawatt, baik berupa hydropower, geotermal, tenaga surya, angin, tidal, hingga panas permukaan air laut.

“Semuanya ada di negara kita. Hanya bagaimana kita bisa menggeser dari yang coal/batu bara ini kepada energi hijau ini juga bukan pekerjaan yang mudah karena sudah terlanjur banyak sekali PLTU-PLTU kita,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Kepala Negara pun mengapresiasi sektor usaha yang membangun sumber EBT seperti di PLTA di Poso dan Tana Toraja ini.

“Saya sangat menghargai, mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan oleh Kalla Group dalam hal membangun hydropower, baik yang ada di Sulawesi Tengah yang nanti juga akan selesai, di Mamuju, dan di Kerinci,” ucap Jokowi.

Jokowi berharap pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT di tanah air dapat terus dilakukan sehingga kebutuhan energi hijau dapat dipenuhi.

“Semoga nanti yang berikutnya bisa dilancarkan semuanya, sehingga target kita dalam rangka energi hijau dan EBT ini benar-benar bisa kita lakukan. Karena memang permintaan dari industri untuk mendapatkan energi hijau ini sekarang sangat-sangat tinggi sekali kepada negara kita,” ungkapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi PLN jusuf kalla plta
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top