Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Libur Panjang Februari 2022, Pemerintah Diminta Optimalkan Aturan PPKM

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan Pemerintah tidak membuat aturan khusus menjelang periode libur panjang dalam waktu dekat.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  09:11 WIB
Kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Gatot Subroto dan Tol Dalam Kota, Jakarta, Senin (24/1/2022). Pemerintah resmi memperpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 31 Januari 2022. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay - tom.
Kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Gatot Subroto dan Tol Dalam Kota, Jakarta, Senin (24/1/2022). Pemerintah resmi memperpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 31 Januari 2022. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay - tom.

Bisnis.com, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan Pemerintah tidak membuat aturan khusus menjelang periode libur panjang dalam waktu dekat.

Sekadar informasi, periode libur panjang terjadi pada 26, 27 dan 28 Februari 2022, pemerintah disebutkan akan mengoptimalkan kebijakan yang ada terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Meskipun begitu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dalam menjalankan aktivitasnya mengingat kondisi kasus Covid-19 masih cukup tinggi dengan memperhatikan kebijakan PPKM di daerahnya masing-masing," katanya dalam agenda keterangan pers, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/2/2022).

Dia menyarankan, bagi populasi renta agar menunda dulu kegiatannya. Populasi ini dimaksud seperti warga lanjut usia, penderita komorbid, dan orang yang belum divaksinasi penuh.

Adapun, bagi masyarakat lainnya, walau bisa beraktivitas lebih leluasa dimohon untuk menjalankan protokol kesehatan ketat demi melindungi diri sendiri dan orang yang ada di rumah.

Lalu, kepada pemerintah daerah (pemda) diharapkan tanggap mempersiapkan fasilitas isolasi terpusat. Terutama daerah-daerah yang sedang mengalami kenaikan kasus. Hal ini dikarenakan tidak semua masyarakat menyanggupi isolasi secara mandiri yang layak.

Selain itu masyarakat di daerah yang terkonfirmasi positif diminta untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. 

"Demi menjamin proses isolasi dan pelayanan yang terpantau serta terkendali," pungkas Wiku.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 PPKM
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top