Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Jawa-Bali Berakhir Hari Ini, Begini Update BOR RS Covid-19

Menjelang pengumuman perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Kemenkes mencatat BOR rumah sakit Covid-19 mengalami peningkatan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 21 Februari 2022  |  13:15 WIB
Tenaga kesehatan mendorong brankar dari ruangan bekas isolasi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Aisyiyah, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (26/8/2021). Rumah sakit setempat menutup ruang isolasi untuk pasien Covid-19 menyusul turunnya angka kasus Covid-19 di wilayah itu, sementara jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per 26/8/2021 sebanyak 29 orang, lima orang diantaranya dirawat dan 24 orang isolasi mandiri. - Antara
Tenaga kesehatan mendorong brankar dari ruangan bekas isolasi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Aisyiyah, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (26/8/2021). Rumah sakit setempat menutup ruang isolasi untuk pasien Covid-19 menyusul turunnya angka kasus Covid-19 di wilayah itu, sementara jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per 26/8/2021 sebanyak 29 orang, lima orang diantaranya dirawat dan 24 orang isolasi mandiri. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali berakhir hari ini, Senin 21 Februari 2022. Menjelang pengumuman perpanjangan PPKM, Kementerian Kesehatan menyebut tingkat keterisian tempat tidur atau BOR rumah sakit Covid-19 masih terkendali.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per Minggu, 20 Februari 2022, mencatatkan pasien yang dirawat di rumah sakit masih bisa dikendalikan di angka 38 persen dari total kapasitas nasional.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan BOR RS Covid-19 nasional mengalami peningkatan 1 persen dari posisi sebelumnya di 37 persen pada Sabtu (19/2). Adapun, angka pasien sembuh pada Minggu (20/2) mencapai 32.873 per harinya.

“Penambahan angka bed occupancy ratio (BOR) secara nasional juga masih terkendali naik hanya 1 persen,” kata Nadia dalam keterangan resmi, Minggu (20/2/2022).

Lebih lanjut, dia memerinci penurunan signifikan kasus konfirmasi menjadi 48.484, turun 10.900 jika dibanding kasus konfirmasi Sabtu (19/2) yang mencapai 59.384 kasus.

Nadia mengatakan selain adanya penurunan tersebut, di sisi lain kasus aktif juga sedikit mengalami perlambatan dengan penambahan di angka 15.448 per hari.

“Hari ini kasus konfirmasi harian berkurang hingga 10.900 dari hari sebelumnya, dan kasus aktif sedikit melambat dengan penambahan di angka 15.448 per hari,” ujarnya.

Merujuk data tersebut, pemerintah terus memperkuat fasilitas layanan kesehatan secara nasional menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang didominasi varian Omicron saat ini.

“Kami akan terus memprioritaskan pelayanan kesehatan rumah sakit hanya untuk pasien Covid-19 bergejala sedang hingga kritis dan yang memiliki komorbiditas saja, untuk menahan tekanan pada rumah sakit sampai kita melewati puncak gelombang Omicron nantinya,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, tidak hanya memperkuat dengan strategi triase seperti mengutamakan pelayanan kesehatan bagi pasien yang paling membutuhkan, pemerintah juga terus menjaga angka testing dan tracing agar tetap tinggi.

1 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah sakit Covid-19 PPKM PPKM Level 3 omicron
Editor : Fitri Sartina Dewi

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top