Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 Melonjak, Satgas IDI Desak PTM 100 Persen Dihentikan Sementara

Satgas IDI menilai PTM 100 persen perlu dihentikan sementara karena positivity rate Covid-19 Indonesia telah menyentuh angka 12 persen.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  14:51 WIB
Sejumlah murid mengikuti Pembelajaran Tatap Muka di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta, Senin (3/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Sejumlah murid mengikuti Pembelajaran Tatap Muka di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta, Senin (3/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban kembali mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Hal tersebut menyusul peningkatan kasus positif yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.

“Untuk sekian kali. Tolong pertimbangkan pelaksanaan PTM 100 persen. Terapkan mode sekolah virtual—untuk sementara,” kata Prof. Zubairi seperti dilansir dari akun twitternya, Jumat (28/1/2022).

Zubairi mengatakan PTM 100 persen perlu dihentikan sementara karena persentase kasus positif (positivity rate) Indonesia telah menyentuh angka 12 persen. Angka tersebut melampaui standar WHO yaitu tidak lebih dari 5 persen.

Positivity rate Indonesia sudah mencapai 12 persen. Bahkan peringkat jumlah kasus baru mingguan kita sudah mengalahkan Afrika Selatan dan mendekati Malaysia di Worldometers,” ujarnya.

Diketahui, jumlah kasus Covid-19 bertambah 8.077 kasus pada Kamis (27/1), sehingga total menjadi 4.309.270. Pasien sembuh bertambah 1.643, meninggal 7. 4.149 kasus disumbang oleh DKI Jakarta.

Hal ini berdampak pada keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit di Jakarta saat ini mencapai 45 persen pada Kamis (27/1/2022).

"Untuk keterisian ICU itu 14 persen, keterisian isolasi itu 45 persen," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (27/1/2022).

Namun, Pemprov DKI Jakarta menuturkan akan tetap menerapkan PTM 100 persen. Alasannya, warga berusia 20 tahun ke atas mendominasi rasio kasus (incident rate) penyebaran Covid-19 di Jakarta.

"Kami membuat kajian rasio incident rate proporsi per kelompok umur rentangnya per 10 tahun. Dari proporsi per kelompok umur tersebut, tertinggi kasusnya di rentang usia 20-50 tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota Jakarta, Kamis (27/1/2022) malam.

Data itu merupakan rasio jumlah kasus tertinggi per 20 Desember 2021-25 Januari 2022 dan dikelompokkan berdasarkan rentang 10 tahun, yakni 0-10 tahun, 11-20 tahun, 21-30 tahun dan seterusnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah Virus Corona Covid-19 pembelajaran tatap muka omicron
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top