Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kecelakaan Maut Balikpapan, Pengamat Soroti Kelayakan Kendaraan

Kecelakaan maut Balikpapan disebabkan lantaran uji kelayakan yang tidak berjalan
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 21 Januari 2022  |  11:54 WIB
Lokasi kecelakaan maut di Simpang Rapak, Balikpapan. - Istimewa
Lokasi kecelakaan maut di Simpang Rapak, Balikpapan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA-Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan angkat suara terkait kecelakaan maut yang terjadi di turunan wilayah Muara Rapak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) yang menyebabkan 5 orang tewas.

Azas mengatakan kecelakaan tersebut disebabkan lantaran uji kelayakan yang tidak berjalan. Menurut dia, selain sopir, pemilik kendaraan dan pemerintah daerah atau kota mesti bertanggung jawab.

“Kalau dilihat dari video, kan remnya blong tuh trontonnya. Jadi, sepertinya tidak layak jalan, karena tidak ada pengawasan, uji kelayakannya tidak jalan. Itu harusnya dilakukan pemda atau pemkot Balikpapan. Nanti dilihat nomor polisi dari mana,” ujar Tigor dalam acara talkshow salah satu televisi swasta, Jumat (21/1/2022).

Dia menambahkan semestinya kendaraan-kendaraan tersebut diuji kelayakannya secara rutin. Menurutnya, jika ada fungsi rem tidak jalan, pengendara dan pemilik harus ditindak secara hukum. 

“Kenapa pemilik? Karena pemiliknya juga lalai melakukan perawatan dan uji kelayakan secara rutin 6 bulan sekali lagi. Jadi jangan hanya si supir tapi pemiliknya juga,” imbuhnya.

“Pihak-pihak tersebut bisa dijerat pakai UU No. 22 Tahun 2009, bisa juga UU KUH Pidana Pasal 359 dan pasal 360 karena kelalaian menyebabkan orang lain meninggal dunia,” lanjutnya

Selain itu, Azas menyoroti penegakan hukum lalu lintas yang lemah di daerah kecelakaan tersebut. Harusnya, ujar dia, kendaraan-kendaraan besar dilarang melintasi jalan utama pada jam sibuk.

“Itu saya lihat semraut sekali lalu lintasnya. Harusnya, jalan yang utama seperti itu truk besar tidak boleh lewat di jam-jam padat, misalnya jam 10 malam sampai 5 pagi boleh lewat,” tuturnya.

“Saya harapkan ada evaluasi atas kejadian tersebut. Juga, saya harapkan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) turun kesana. Harus ada evaluasi dari sana.”

Kecelakaan terjadi tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta, Simpang Muara Rapak, Balikpapan di titik lampu merah. Dari data sementara 5 korban meninggal dunia. 

Video CCTV kecelakaan diunggah akun Instagram @mrgamayel. Video menunjukkan kecelakaan terjadi pukul 06.19 WIB, Jumat (21/1/2022).

Saat itu sejumlah kendaraan, baik mobil dan motor cukup padat berhenti di lampu merah. Namun nahas, dari arah belakang, sebuah truk tronton terus melaju karena diduga rem blong.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

balikpapan kecelakaan
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top