Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bupati PPU Bantah Mau Ketemu Petinggi Demokrat Sebelum Kena OTT

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud membantah akan bertemu petinggi Partai Demokrat sebelum ditangkap KPK dalam OTT.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  20:04 WIB
Abdul Gafur Mas'ud, Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
Abdul Gafur Mas'ud, Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA – Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud membantah akan bertemu petinggi Partai Demokrat sebelum ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan atau OTT.

“Tidak [bertemu dengan petinggi Demokrat],” kata Abdul usai diperiksa KPK, Senin (17/1/2022).

Saat diwawancara lebih lanjut apa saja yang ditanya KPK, pria yang disapa AGM ini menjawab singkat. “Banyak,” ujarnya.

Sebelumnya, KPK memastikan bakal mengusut aliran dugaan suap dari dan ke mana saja yang diterima Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud, salah satunya ke Partai Demokrat.

“Itu nanti akan didalami di proses penyidikan,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata pada konferensi pers, Kamis (13/1/2022) malam.

Kemungkinan tersebut karena AGM merupakan Ketua DPC Demokrat Balikpapan. Kini, dia tengah bertarung memperebutkan posisi Ketua DPD Demokrat Kalimantan Timur.

Alex menjelaskan bahwa semua kepala terafiliasi dengan partai. AGM merupakan kader dan bupati yang diusung dari Demokrat.

“Dan betul tadi yang disampaikan di sana sedang ada pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat di Kalimantan Timur, salah satu calonnya adalah AGM,” jelasnya.

Sejauh ini, tambah Alex, KPK belum mendapatkan informasi adanya aliran dana ke partai politik. Namun, dia memastikan semua petunjuk yang diperoleh tim akan menjadi bahan untuk mendalami korupsi AGM.

"Tentu simpul-simpul tadi dikaitkan dengan pemilihan DPD atau di Jakarta yang bersangkutan juga bersama dengan bendahara partai ya ini kan menjadi petunjuk. Nanti akan dilihat di proses penyidikan,” ungkapnya.

Atas kasus ini, KPK melakukan OTT terhadap Abdul Gafur Mas'ud bersama beberapa kepala dinas (kadis) dan sekretaris daerah (sekda). Bendahara Umum DPC Demokrat juga kena ringkus.

“Kegiatan tangkap tangan atas dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara atau yang mewakil terkait dengan kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tahun 2021-2022,” katanya.

Alex menjelaskan bahwa pada OTT ini KPK mengamankan 11 orang Rabu malam di Jakarta dan Kalimantan Timur.

Semuanya adalah Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara Periode 2018-2023 Abdul Gafur Mas'ud (AGM) dan orang kepercayaan AGM, yakni Nis Puhadi, Supriadi, Rizky, serta Asdar

Lalu, Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara Muliadi beserta istrinya Welly, Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro, dan Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara Jusman.

Selanjutnya, Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis dan Achmad Zuhdi alias Yudi sebagai swasta.

Alex menuturkan bahwa para tersangka atas kasus ini adalah Achmad Zuhdi sebagai pemberi, sedangkan sebagai penerima ada lima orang.

“AGM, MI [Mulyadi], EH [Edi Hasmoro], JM [Jusman], dan NAB [Nur Afifah Balqis],” ungkapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi partai demokrat kasus suap penajam paser utara
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top