Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ferdinand Hutahaean Melawan, Ancam Lapor Balik Pelapornya

Ferdinand Hutahaean akan melaporkan balik pihak yang melaporkannya ke polisi terkait dugaan ujaran kebencian yang mengandung SARA pada cuitannya di media sosial.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 06 Januari 2022  |  10:33 WIB
Ferdinand Hutahaean Melawan, Ancam Lapor Balik Pelapornya
Ferdinand Hutahaean - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi dan pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean menyatakan akan melaporkan balik pihak yang menyeretnya ke kepolisian terkait dengan dugaan ujaran kebencian yang mengandung SARA pada cuitannya di media sosial.

Ferdinand yang juga merupakan mantan kader Partai Demokrat ini merasa telah difitnah dan diseret dalam situasi yang tidak dia lakukan. Meskipun demikian, dia menyatakan siap untuk mengikuti proses hukum yang dilakukan kepolisian.

“Sebagai Warga Negara yang baik, saya akan mengikuti dengan baik proses hukum laporan yang dilakukan. Dan saya juga akan melawan dengan melaporkan balik pelapor karena telah memfitnah saya dan menyeret saya kepada sebuah situasi yang tidak saya lakukan!” kata Ferdinand dikutip melalui akun Twitter @FerdinandHaean3, Kamis (6/1/2022).

Sebelumnya, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat periode 2015-2020 ini sempat mencuit soal 'Allahmu ternyata lemah'. Adapun, cuitan di media sosial Twitter tersebut dibuat Selasa (4/1) yang saat ini terpantau sudah dihapus.

"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah, harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela," demikian bunyi cuitan Ferdinand.

Ferdinand sendiri telah melakukan penjelasan terhadap cuitan yang menghebohkan itu. Dia mengaku cuitannya itu adalah dialog imajiner.

"Jadi pertama cuitan saya itu tidak sedang menyasar kelompok tertentu, agama tertentu, orang tertentu, atau kaum tertentu. Namun dalam kondisi down kemarin, saya juga hampir pingsan. Saya tidak perlu bercerita masalah saya apa. Tapi itu adalah dialog imajiner antara pikiran dan hati saya, bahwa ketika saya down, pikiran saya berkata kepada saya, 'Hei, Ferdinand, kau akan hancur, Allahmu lemah tidak akan bisa membela kau, tapi hati saya berkata, oh tidak hey pikiran, Allahku kuat, tidak perlu dibela, saya harus kuatlah'. Kira-kira seperti itu intinya," tutur Ferdinand.

Namun, upaya lapor balik yang akan dilakukan Ferdinand justru memicu kemarahan warganet.

Alhasil tagar #TangkapFerdinand kembali bergaung di Twitter dan menjadi trending topic peringkat pertama pada pukul 09.00 pagi, Kamis (6/1/2022) dengan lebih dari 45.000 cuitan.

Seperti diketahui, Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke polisi oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama.

Haris menilai penggiat media sosial Ferdinand Hutahaean tidak Pancasilais karena menulis cuitannya yang mengandung SARA dan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Dari cuitannya Ferdinand tersebut menunjukkan yang bersangkutan tidak Pancasilais, anti-Pancasila," kata Haris di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (5/1/2022) malam.

Haris mengatakan bahwa DPP KNPI telah membuat laporan terkait dengan ujaran kebencian bermuatan SARA dengan terlapor Ferdinand di akun Twitternya @FerdinandHaean3.

Dittipidsiber Bareskrim Polri langsung memproses laporan tersebut dengan memeriksa pelapor dan dua saksi lainnya.

Haris mengatakan bahwa laporan tersebut guna mencegah konflik sosial di tengah masyarakat karena cuitan Ferdinand diduga telah membuat gaduh dan mencederai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Kami anggap menistakan agama kepercayaan masyarakat Indonesia," ujar Haris.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polisi polri twitter Ujaran Kebencian
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top