Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

1 dari 10 Warga London Terinfeksi Covid-19, Boris Johnson Desak Warga Berhati-hati saat Natal

Diperkirakan 1 dari 25 orang di seluruh Inggris atau lebih dari 2 juta orang telah terpapar Covid-19 per 19 Desember 2021, menurut pemodelan Kantor Statistik Nasional yang dirilis Jumat.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Desember 2021  |  03:03 WIB
PM Inggris Boris Johnson berjalan di luar kediamannya di Downing Street, London, Inggris, Rabu (18/8/2021). - Antara
PM Inggris Boris Johnson berjalan di luar kediamannya di Downing Street, London, Inggris, Rabu (18/8/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendesak warganya untuk berhati-hati pada Natal setelah data pemerintah menunjukkan sekitar 10 persen warga London terinfeksi Covid-19.

Diperkirakan 1 dari 25 orang di seluruh Inggris atau lebih dari 2 juta orang telah terpapar virus corona per 19 Desember 2021, menurut pemodelan Kantor Statistik Nasional yang dirilis Jumat.

Data yang sama juga menunjukkan sekitar 1 dari 10 warga London terinfeksi di tengah varian Omicron yang menyebar cepat. Pada Kamis (23/12/2021), Inggris mencatat rekor kasus harian terbesar degnan 119.789 kasus baru,

Sementara itu, risalah pertemuan penasihat ilmiah Johnson mengatakan rawat inap akibat omicron berlipat ganda setiap 4 hingga 5 hari.

“Ketika infeksi berpindah ke kelompok usia yang lebih tua, akan ada gelombang besar peningkatan tingkat rawat inap,,” kata Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat pemerintah, seperti dilansir Bloomberg, Jumat (24/12/2021).

Boris memperkenalkan kebijakan baru untuk membatasi penyebaran Omicron. Dia mengatakan dia tidak akan ada pengetatan sebelum Natal, namun memperingatkan tindakan lebih lanjut mungkin dilakukan setelah liburan.

“Kita harus menguji diri kita sendiri dan lebih berhati-hati ketika bertemu orang tua atau kerabat yang rentan,” kata Johnson dalam pesan Natalnya kepada warga Inggris.

Ia juga mendesak warga Inggris untuk mendapatkan booster vaksin.

Meskipun pemerintah di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara telah memberikan perincian pembatasan baru yang akan diberlakukan setelah Natal, Johnson tidak berencana mengumumkan apa pun sebelum 25 Desember 2021.

Namun, jumlah kasus yang meningkat tajam semakin menguatkan argumen penasihat ilmiahnya, yang mengatakan semakin cepat Boris melakukan pembatasan, tekanan pada Layanan Kesehatan Nasional akan semakin ringan.

Di sisi lain, Badan Keamanan Kesehatan Inggris melaporkan bahwa pasien yang terinfeksi Omicron memiliki kemungkinan 50 hingga 70 persen lebih rendah untuk dirawat di rumah sakit, dibandingkan dengan varian Delta yang dominan sebelumnya.

Namun, badan tersebut memperingatkan bahwa sifat yang sangat menular dari varian Omicron masih dapat menyebabkan sejumlah besar penyakit parah yang menekan layanan kesehatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Boris Johnson Covid-19 omicron
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top