Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banjir Bandang di Malaysia, 30 Ribu Orang Dievakuasi

Curah hujan deras yang turun telah menyebabkan sungai meluap dan menenggelamkan banyak daerah perkotaan hingga memutus jalan utama.
Tresia
Tresia - Bisnis.com 20 Desember 2021  |  09:55 WIB
Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di Malaysia dan pemerintah setempat telah mengevakuasi warga./ilustrasi - Dok. BNPB
Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di Malaysia dan pemerintah setempat telah mengevakuasi warga./ilustrasi - Dok. BNPB

Bisnis.com, Jakarta- Malaysia tengah berjuang melawan banjir terparah dalam beberapa tahun, sekitar lebih dari 30.000 orang telah dievakuasi dari rumah mereka.  

Negara tropis di Asia Tenggara ini sering mengalami musim hujan badai menjelang akhir tahun, hingga menyebabkan banjir bandang dan terpaksa  harus melakukan evakuasi massal.

Berdasarkan informasi, hujan deras mulai turun sejak Jumat hingga menyebabkan sungai meluap, menenggelamkan banyak daerah perkotaan bahkan memutus jalan utama, hal itu menyebabkan ribuan pengendara terdampar. 

Dikutip dari situs The Guardian, pada Senin (20/21) dikonfirmasi lebih dari 30.000 orang terlantar di delapan kota bagian dan teritori tercatat di situs web resmi pemerintah, dengan lebih dari 14.000 di antaranya berada di negara Malaysia, bagian bagian Pahang.

Tercatat hampir 10.000 orang meninggalkan rumah mereka di Selangor,  kota bagian terkaya di negara yang mengelilingi ibukota, Kuala Lumpur – dengan perdana menteri, Ismail Sabri Yaakob, mengungkapkan keterkejutannya atas banjir parah di sana.

“Jumlah hujan yang turun di Selangor kemarin … yang turun dalam satu hari biasanya akan turun dalam satu bulan,” katanya dalam konferensi pers, Minggu (19/21). 

Perdana menteri menjanjikan bantuan cepat untuk para korban banjir dan dana awal 100 juta ringgit (£ 17,9 juta) untuk memperbaiki rumah dan infrastruktur yang rusak.

Sebagai informasi, sebelumnya banjir terburuk di Malaysia dalam beberapa dekade terjadi pada tahun 2014, hingga menyebabkan sekitar 118.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Namun, di akhir tahun ini banjir bandang kembali melanda negeri Jiran. Hingga menyebabkan ribuan orang harus di evakuasi. 

Sebuah situs web pemerintah menunjukkan air melebihi tingkat berbahaya di enam negara bagian pada Minggu sore.

Saat air banjir surut dari ibu kota, pemilik bisnis kembali ke toko mereka untuk membersihkan kerusakan yang diakibatkan banjir yang merendam toko mereka.

Lee Joon Kee, salah satu pemilik pusat informasi turis dan toko souvenir, mengatakan dia baru dibuka kembali beberapa hari yang lalu setelah tutup selama hampir dua tahun karena pembatasan virus corona.

Ini sangat menyedihkan tetapi kami tidak punya pilihan. Satu-satunya pilihan yang kami miliki adalah melanjutkan dan membersihkan kekacauan, lalu kami akan melanjutkan usaha baru kami.”

Puluhan rute bus di dalam dan sekitar ibu kota telah dihentikan sementara, sedangkan layanan kereta api ke kota pelabuhan Klang Operasi pada tiga pabrik pengolahan air di Selangor juga ikut terganggu akibat banjir yang melanda, dengan keran diperkirakan akan mengering untuk puluhan ribu orang di beberapa bagian negara bagian serta ibu kota.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir malaysia
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top